Madrasah Desa Pangeleyan Dapat Bekal Teknologi, PLN Salurkan Bantuan Digitalisasi Pendidikan

4 Min Read
Madrasah Desa Pangeleyan Dapat Bekal Teknologi, PLN Salurkan Bantuan Digitalisasi Pendidikan (Ilustrasi)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung kemajuan pendidikan kembali diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kali ini, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali menyalurkan bantuan Digitalisasi Pendidikan kepada MDTU Miftahul Ulum di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan.

Penyerahan bantuan tersebut disertai pelatihan digitalisasi pendidikan yang diikuti para siswa dan santri MDTU Miftahul Ulum. Program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital sekaligus memperluas akses teknologi di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Manager PLN UPT Gresik, Ivan Nur Pratama, mengatakan program TJSL Digitalisasi Pendidikan merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap kemajuan dunia pendidikan dan upaya mendukung transformasi digital di lingkungan sekolah maupun madrasah.

“PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan manfaat yang lebih luas melalui program TJSL. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta memperluas akses peserta didik terhadap teknologi dan informasi,” ujarnya.

Menurut Ivan, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Karena itu, PLN ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang berkontribusi dalam mencetak generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.

Kepala Madrasah MDTU Miftahul Ulum, Jusaimi, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN Peduli kepada dunia pendidikan, khususnya bagi lembaga pendidikan yang berada di wilayah pedesaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Peduli atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan pendidikan di madrasah kami. Bantuan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, baik melalui peningkatan kompetensi guru maupun penyediaan fasilitas yang lebih memadai bagi para siswa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, digitalisasi pendidikan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari di tengah perkembangan teknologi saat ini. Menurutnya, bantuan perangkat dan pelatihan yang diberikan PLN akan menjadi bekal penting bagi guru dan santri untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang lebih modern.

“Kami berharap program ini tidak hanya berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi juga menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi, kami optimistis kualitas pendidikan di MDTU Miftahul Ulum akan semakin meningkat dan mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqhulhak Alfarisi, menilai program TJSL PLN merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah memberikan bantuan digitalisasi pendidikan kepada MDTU Miftahul Ulum. Program seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa karena pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan generasi muda kami,” katanya.

Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, tetapi juga mendorong para siswa dan santri untuk lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi secara positif.

“Semoga program ini membawa manfaat yang besar bagi dunia pendidikan di Desa Pangeleyan dan menjadi motivasi bagi anak-anak kami untuk terus belajar, berkembang, serta siap bersaing di era digital,” pungkasnya. (*)

Share This Article