Mobil MBG Tabrak Pagar SD di Kebumen, Sopir Ngamuk dan Lukai 15 Warga

4 Min Read
Mobil MBG menabrak pagar SD di Kebumen, sopir diduga mengamuk hingga melukai 15 warga. Peristiwa ini menggegerkan masyarakat dan kini dalam penanganan pihak kepolisian.

KEBUMEN, NOLESKABAR.COM – Sebuah mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau MBG menabrak pagar SD Negeri Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, pada Jumat (6/2/2026) sore. Peristiwa tersebut viral di media sosial karena pengemudi mobil diduga mengamuk dan memukul warga yang berusaha menolongnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil MBG tersebut dikemudikan Ajiz Setyo Wihantoro (39), warga Desa Karangsambung, Kecamatan Karanggayam. Dalam sebuah unggahan Instagram, disebutkan bahwa kendaraan itu melaju secara ugal-ugalan dari arah Wonotirto sebelum akhirnya menabrak gerbang sekolah.

Plh Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut kehilangan kendali saat melintasi jalan yang menanjak dan berbelok. “Pengemudi memang sudah terpantau mengemudi secara ugal-ugalan. Saat sampai di lokasi, mobil tidak terkendali, menabrak pagar SD, ban pecah, lalu oleng dan menabrak dinding talut,” ujar Samun, Sabtu (7/2/2026).

Setelah kecelakaan, warga sekitar mencoba mendekati lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun, pengemudi justru bereaksi emosional dan menyerang warga secara membabi buta. “Warga mau menolong, tapi karena kondisi psikologisnya tidak stabil, yang bersangkutan malah ngamuk. Akhirnya kami amankan ke Polsek,” jelas Samun.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 15 warga mengalami luka ringan akibat dipukul dan dipukul menggunakan benda tumpul oleh pelaku. Beruntung, tidak ada korban dari pihak sekolah karena saat kejadian gedung dalam keadaan kosong. “Sekolah sedang tidak ada kegiatan karena kejadian sekitar pukul 17.00 WIB. Korban hanya dari warga yang mau menolong,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, memastikan bahwa kasus tersebut sedang dalam penanganan pihak kepolisian. “Sopir sudah kami amankan, korban sudah mendapat perawatan medis. Proses hukum akan kami lakukan sesuai dengan SOP dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

KEBUMEN, NOLESKABAR.COM – Sebuah mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau MBG menabrak pagar SD Negeri Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, pada Jumat (6/2/2026) sore. Peristiwa tersebut viral di media sosial karena pengemudi mobil diduga mengamuk dan memukul warga yang berusaha menolongnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil MBG tersebut dikemudikan Ajiz Setyo Wihantoro (39), warga Desa Karangsambung, Kecamatan Karanggayam. Dalam sebuah unggahan Instagram, disebutkan bahwa kendaraan itu melaju secara ugal-ugalan dari arah Wonotirto sebelum akhirnya menabrak gerbang sekolah.

Plh Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut kehilangan kendali saat melintasi jalan yang menanjak dan berbelok. “Pengemudi memang sudah terpantau mengemudi secara ugal-ugalan. Saat sampai di lokasi, mobil tidak terkendali, menabrak pagar SD, ban pecah, lalu oleng dan menabrak dinding talut,” ujar Samun, Sabtu (7/2/2026).

Setelah kecelakaan, warga sekitar mencoba mendekati lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun, pengemudi justru bereaksi emosional dan menyerang warga secara membabi buta. “Warga mau menolong, tapi karena kondisi psikologisnya tidak stabil, yang bersangkutan malah ngamuk. Akhirnya kami amankan ke Polsek,” jelas Samun.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 15 warga mengalami luka ringan akibat dipukul dan dipukul menggunakan benda tumpul oleh pelaku. Beruntung, tidak ada korban dari pihak sekolah karena saat kejadian gedung dalam keadaan kosong. “Sekolah sedang tidak ada kegiatan karena kejadian sekitar pukul 17.00 WIB. Korban hanya dari warga yang mau menolong,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, memastikan bahwa kasus tersebut sedang dalam penanganan pihak kepolisian. “Sopir sudah kami amankan, korban sudah mendapat perawatan medis. Proses hukum akan kami lakukan sesuai dengan SOP dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Share This Article