Pengeboran Sumur Air di Bangkalan Justru Keluarkan Minyak Bumi Viral

2 Min Read
Cairan hitam menyerupai minyak bumi terlihat keluar dari dinding galian sumur air di Bangkalan. Fenomena tak biasa ini mendadak viral dan memicu rasa penasaran warga, setelah pengeboran air justru memunculkan dugaan kandungan minyak dari dalam tanah (Foto/Scren)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Warga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, digegerkan oleh temuan tak biasa saat melakukan pengeboran sumur air bersih. Alih-alih menemukan sumber air, dari dalam tanah justru muncul cairan yang diduga minyak bumi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (8/1/2026). Minyak diketahui keluar dari lubang pengeboran pada kedalaman sekitar 105 meter, padahal target awal pengeboran direncanakan hingga 125 meter untuk mendapatkan air bersih.

Kabar temuan minyak ini dengan cepat menyebar ke warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi, bahkan ada yang membawa jeriken untuk menampung cairan yang keluar dari sumur.

Untuk memastikan jenis cairan tersebut, salah seorang warga sempat membakar sebagian minyak. Cairan itu terbukti mudah terbakar, sehingga semakin menguatkan dugaan bahwa yang keluar dari dalam tanah adalah minyak bumi atau minyak tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M Zainol Qomar, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pengeboran awalnya murni bertujuan mencari sumber air bersih bagi warga.

“Target pengeboran sebenarnya 125 meter. Namun saat mencapai kedalaman 105 meter, justru keluar minyak,” ujar Zainol Qomar.

Guna mencegah risiko yang tidak diinginkan, lokasi pengeboran langsung ditutup sementara. Aparat gabungan dari unsur muspika juga diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area dan mengantisipasi kerumunan warga.

“Petugas sudah berada di lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

BPBD Bangkalan telah melaporkan temuan tersebut ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Selain itu, sampel minyak juga telah diambil untuk dilakukan uji laboratorium oleh instansi terkait.

“Kami masih menunggu tindak lanjut dari provinsi. Rencananya akan dilakukan pengecekan langsung dalam waktu dekat,” pungkas Zainol Qomar.

Share This Article