Pohon Lapuk Ambruk di Bangkalan, Perahu Nelayan dan Warung Hancur Tertimpa

2 Min Read
Pohon Lapuk Ambruk di Bangkalan, Perahu Nelayan dan Warung Hancur Tertimpa (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Peristiwa pohon tumbang kembali terjadi di wilayah Bangkalan, tepatnya di Kampung Lebak, Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, pada Selasa (7/4/2026) pagi. Kejadian ini mengejutkan warga karena pohon berukuran besar tersebut roboh secara tiba-tiba tanpa didahului hujan maupun angin kencang.

Pohon jenis jaranan yang berdiri di tepi muara sungai itu tumbang dan menimpa dua perahu nelayan yang sedang bersandar serta sebuah rumah warga yang sekaligus difungsikan sebagai warung. Saat kejadian, aktivitas di sekitar lokasi tengah berlangsung seperti biasa.

Pemilik rumah mengaku sempat mendengar suara patahan keras dari arah luar sebelum akhirnya pohon besar tersebut ambruk. “Suara patahannya keras sekali, kami langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujarnya dengan kondisi masih syok.

Akibat kejadian itu, dua perahu nelayan mengalami kerusakan cukup parah. Sementara bangunan warung mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan bersama warga segera melakukan proses evakuasi. Mengingat ukuran pohon yang besar dan banyaknya dahan, petugas harus memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin agar bisa dibersihkan dari lokasi.

Evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena lokasi berada di jalur sungai yang menjadi akses utama perahu nelayan. Pembersihan ini penting agar aktivitas nelayan tidak terganggu dan jalur transportasi air kembali normal.

Dari hasil pengamatan sementara, pohon jaranan tersebut diduga tumbang akibat faktor usia. Kondisi batang yang sudah lapuk dan rapuh membuat pohon tidak mampu lagi menopang beban, sehingga akhirnya roboh.

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Zainul Qomar, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tua atau rawan tumbang, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu.

“Dalam dua pekan terakhir, cuaca ekstrem sering terjadi secara tiba-tiba. Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di dekat pohon besar, untuk lebih berhati-hati dan segera melapor jika ada potensi bahaya,” tegasnya.

BPBD juga meminta masyarakat untuk aktif melaporkan pohon-pohon tua yang berpotensi tumbang agar dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan korban di kemudian hari.

Share This Article