JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan sekadar karena posisinya di Kementerian Keuangan, melainkan karena ia masuk dalam bursa calon pimpinan Bank Indonesia (BI) yang diusulkan pemerintah ke DPR RI.
Isu tersebut mencuat setelah Surat Presiden (Surpres) terkait pengisian jabatan Deputi Gubernur BI dikirim ke DPR. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa nama Thomas Djiwandono termasuk dalam daftar tokoh yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto.
“Ada beberapa nama yang dikirimkan, dan salah satunya memang Pak Wamenkeu Thomas Djiwandono,” ujar Prasetyo di Istana, Jakarta. (20/1/2026).
Masuknya nama Thomas memicu spekulasi luas, termasuk kemungkinan perombakan posisi strategis di tubuh Bank Indonesia.
Latar Belakang Keluarga Bank Sentral
Thomas M. Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia bukan sosok asing di dunia kebijakan moneter. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia pada era Presiden Soeharto. Sementara ibunya, Biantiningsih Miderawati, adalah kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Dengan latar belakang tersebut, langkah Thomas di sektor ekonomi dan politik kerap menjadi perhatian publik.
Pendidikan dan Jejak Akademik
Thomas menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta, termasuk di SMP Kanisius, Menteng. Pendidikan tingginya ditempuh di Amerika Serikat. Ia meraih gelar Sarjana Sejarah dari Haverford College pada 1994.
Tak berhenti di situ, Thomas melanjutkan studi magister di Johns Hopkins University, dengan konsentrasi Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional, yang diselesaikannya pada 2003.
Dari Jurnalis ke Dunia Keuangan
Karier profesional Thomas dimulai dari dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo dan jurnalis di Indonesia Business Weekly pada era 1990-an.
Namun, sejak 1996, ia beralih ke sektor keuangan. Thomas pernah menjadi analis di NatWest Market, konsultan di Castle Asia, hingga akhirnya meniti karier korporasi di Comexindo Internasional. Di perusahaan ini, ia menjabat sebagai CEO selama lebih dari satu dekade (2010–2024).
Ia juga tercatat sebagai Deputi CEO Arsari Group sejak 2011 hingga 2024.
Kiprah Politik dan Jabatan Wamenkeu
Di dunia politik, Thomas Djiwandono telah lama berkiprah sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2008. Pada 18 Juli 2024, ia dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Posisi tersebut kembali dipercayakan kepadanya dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan pelantikan pada 21 Oktober 2024.
Menuju Bank Indonesia?
Masuknya nama Thomas Djiwandono ke bursa pimpinan BI dinilai memperkuat spekulasi akan perombakan besar di jajaran otoritas moneter. Dengan latar belakang keluarga, akademik, dan pengalaman panjang di sektor keuangan, Thomas menjadi salah satu figur yang paling disorot dalam proses seleksi kali ini.
Kini, publik menanti langkah DPR RI dalam menentukan arah baru kepemimpinan Bank Indonesia.
