JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 13 Maret 2026, menunjukkan fluktuasi di pasar valuta asing. Sejak pagi hingga siang, pergerakan rupiah mengalami penguatan dan pelemahan secara bergantian, dipengaruhi oleh kondisi global dan sentimen geopolitik, termasuk situasi di Timur Tengah.
Berdasarkan data dari laman valas BRI, pada pukul 07.52 WIB, kurs e-rate rupiah berada di level beli Rp16.829 dan jual Rp16.959 per dolar AS. Sementara di konter, harga beli tercatat Rp16.745 dan jual Rp17.045. Data dari BNI menunjukkan kisaran yang hampir sama, dengan kurs beli Rp16.760 dan jual Rp17.060.
Pada pembaharuan pukul 08.05 WIB, kurs dolar AS tercatat Rp16.895 untuk beli dan Rp16.915 untuk jual (produk spesial rate). Data ini menunjukkan pergerakan rupiah masih cukup fluktuatif, sejalan dengan penguatan dolar di pasar internasional.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leon, memprediksi bahwa nilai tukar rupiah masih akan didikte oleh sentimen global. “Pergerakan rupiah ke depan diperkirakan berada di kisaran Rp16.850 hingga Rp16.950 per dolar AS,” ujarnya.
Perdagangan kemarin, rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.893 per dolar AS. Pelemahan ini masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global, terutama kondisi Timur Tengah. Sementara itu, indeks dolar AS bergerak menguat ke 99,39, menambah tekanan bagi mata uang negara berkembang.
Mayoritas mata uang Asia lainnya juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah paling tajam sebesar 0,44%, disusul ringgit Malaysia (-0,24%) dan rupee India (-0,20%). Selain itu, dolar Singapura turun 0,04%, dolar Taiwan melemah 0,10%, dan yuan China turun tipis 0,01%. Satu-satunya mata uang yang menguat terhadap dolar AS adalah Yen Jepang (+0,19%) dan baht Thailand (+0,09%). Sedangkan won Korea relatif stagnan.
Memasuki perdagangan siang hari, rupiah kembali melemah. Berdasarkan data Bloomberg pukul 13.40 WIB, kurs 1 dolar AS setara dengan Rp16.953, turun sekitar 0,36% dibanding penutupan kemarin. Penurunan ini mengikuti tren greenback yang bergerak di zona hijau pada perdagangan internasional.
Fluktuasi rupiah ini menjadi perhatian investor, terutama menjelang pengumuman ekonomi global dan potensi dampak geopolitik. Analis menekankan pentingnya menjaga likuiditas dan strategi hedging untuk menghadapi volatilitas jangka pendek.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkini, kurs rupiah di berbagai bank seperti Mandiri, BRI, BNI, dan BCA dapat dipantau secara real-time melalui layanan valas masing-masing bank.
Kesimpulan: Rupiah pada 13 Maret 2026 bergerak di kisaran Rp16.829 hingga Rp17.045 per dolar AS, dengan pengaruh utama berasal dari sentimen global. Mayoritas mata uang Asia melemah, kecuali Yen Jepang dan baht Thailand. Analis memperkirakan fluktuasi rupiah akan tetap terjadi hingga kondisi global lebih stabil.
