Saham FUGI Stabil di Rp610, Apa Arti Bagi Investor?

2 Min Read
Saham FUGI Stabil di Rp610, Apa Arti Bagi Investor? (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Saham PT Futura Energi Global Tbk (FUGI) menguat 0,83% atau naik Rp5 menjadi Rp610 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat (15 Januari 2026) pukul 16.40 WIB.

Sebelumnya, saham ini ditutup di Rp605. Rentang harga hari ini berada di Rp600- Rp615, sementara rentang tahunan tercatat Rp50 – Rp865.

Kapitalisasi pasar FUGI mencapai Rp3,98 triliun, dengan volume perdagangan rata-rata 89,71 juta lembar. Rasio P/E tercatat 502,31, sedangkan saham ini belum membagikan dividen.

Sektor energi hari ini mencatat penguatan signifikan. PT Ketrosden Triasmitra (KETR) naik 1,38% menjadi Rp1.075, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) naik 2,08% ke Rp940, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menguat 0,33% menjadi Rp1.525 per lembar.

Di sisi saham teknologi dan digital, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 1,29% ke Rp3.070, sementara PT GTS Internasional Tbk (GTSI) melonjak 6,94% menjadi Rp462 per lembar. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) juga naik signifikan 4,42% ke Rp520.

Sektor konsumer dan multipolar menunjukkan tren positif. Multipolar (MLPL) naik 4,58% menjadi Rp146, sedangkan PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) menguat 0,80% ke Rp124 per lembar.

Saham pertambangan dan energi lainnya ikut menguat. Petrosea (PTRO) naik 4,03% ke Rp12.900, dan PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) menguat 1,47% menjadi Rp276 per lembar.

Para analis menilai kenaikan saham hari ini menunjukkan minat investor yang tinggi terhadap sektor energi dan teknologi, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas global. Saham FUGI menjadi salah satu yang menarik perhatian karena pergerakannya stabil di atas Rp600.

Pergerakan ini menandai optimisme pasar di awal tahun 2026, di mana investor mulai menimbang peluang investasi di saham energi, pertambangan, dan teknologi yang menjanjikan. Dengan momentum ini, para investor disarankan untuk memantau pergerakan saham-saham energi dan teknologi, karena potensi kenaikan masih terbuka di sisa kuartal pertama 2026.

Penulis: Arini

Share This Article