BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Di tengah bangunan sekolah yang ambruk, semangat belajar ratusan siswa SDN Tlagah 2, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, tak ikut runtuh.
Meski tanpa ruang kelas, mereka tetap mengikuti pelajaran dengan cara sederhana, duduk lesehan di teras rumah warga, dengan ekspresi riang gembira.
Pemandangan tak biasa terlihat sejak Selasa (13/1/2026). Puluhan siswa berseragam merah putih berbaris rapi di teras rumah warga dan kepala sekolah. Buku tulis dibuka di atas lantai, sementara guru mengajar seadanya, jauh dari fasilitas layak sebuah ruang kelas.
Kondisi darurat ini terjadi setelah beberapa ruang kelas di SDN Tlagah 2 mengalami kerusakan parah. Plafon ruang kelas 6 runtuh, sementara atap ruang kelas 4 jebol akibat hujan dan angin kencang. Demi menghindari risiko korban, pihak sekolah memutuskan mengosongkan tiga ruang kelas sekaligus.
“Kami tidak berani mengambil risiko. Keselamatan anak-anak jauh lebih penting,” ujar Kepala SDN Tlagah 2, Fatmawati. Selasa, 13 Januari 2026.
Tak ingin proses belajar terhenti, pihak sekolah berinisiatif mencari solusi cepat. Bersama warga sekitar, ruang belajar darurat pun dibuka di teras-teras rumah. Bahkan, Fatmawati menyediakan teras rumah pribadinya untuk menampung siswa kelas 6.
“Rumah saya dekat sekolah, jadi saya persilakan dipakai. Kelas 4 dan 5 juga belajar di teras rumah warga,” katanya.
Sedikitnya 110 siswa dari kelas 4, 5, dan 6 terdampak langsung kondisi ini dari total siswa 240. Meski harus belajar tanpa bangku dan papan tulis, para siswa tetap mengikuti pelajaran dengan antusias.
Ironisnya, kerusakan tidak hanya terjadi pada ruang kelas. Ruang guru di sekolah tersebut. Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri Purwanto mengaku akan segera melakukan perbaikan di sekolah tersebut. Pihaknya juga akan meninjau langsung kondisi kerusakan sekolah itu.
“Insyaallah akan dapat rehab. Nanti kami akan tinjau kesana langsung,” pungkasnya.
