Dikira Suara Kucing, Warga Blega Bangkalan Kaget Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kardus

2 Min Read
Dikira Suara Kucing, Warga Blega Bangkalan Kaget Temukan Bayi Baru Lahir dalam Kardus (Ilustrasi)

Kolase kondisi bayi laki-laki yang ditemukan warga di Desa Blega, Bangkalan, Jumat (3/4/2026). Bayi dalam keadaan sehat dan kini mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat (Foto/Istimewa)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Warga Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, dikejutkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki yang ditinggalkan di dalam kardus bekas mie instan, Jumat (3/4/2026) pagi.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, tepat di depan sebuah warung milik warga setempat. Awalnya, kardus tersebut tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, suara lirih yang menyerupai tangisan kucing membuat seorang warga yang hendak beraktivitas di pasar mendekat.

Kecurigaan berubah menjadi kepanikan saat suara tersebut ternyata adalah tangisan bayi. Kardus itu pun dibuka, dan di dalamnya ditemukan seorang bayi laki-laki yang masih sangat kecil, terbungkus handuk dan sarung.

Nurlaili Intan, warga sekitar, menuturkan bahwa bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seseorang yang tengah berjualan ayam di pasar.

“Awalnya dikira suara kucing. Tapi setelah didekati, ternyata bayi. Langsung kaget semua,” ujarnya.

Warga yang berada di lokasi tidak tinggal diam. Bayi tersebut segera dievakuasi dan dibawa ke bidan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah itu, bayi dirujuk ke Puskesmas Blega guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, bayi laki-laki itu dalam kondisi sehat. Ia memiliki berat badan sekitar 2,5 kilogram dengan panjang 46 sentimeter. Diperkirakan, bayi tersebut baru berusia sekitar enam jam sejak dilahirkan saat ditemukan.

Hingga kini, pihak kepolisian dari Polsek Blega masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang tega meninggalkan bayi tersebut. Aparat juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

“Kami berharap ada kerja sama dari masyarakat. Informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk mengungkap kasus ini,” ujar salah satu petugas.

Kasus ini menambah daftar panjang penemuan bayi terlantar, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial dan perlindungan terhadap anak sejak dini.

Editor: Adi

Share This Article