JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan bahwa fasilitas gedung dan jumlah guru di Sekolah Rakyat terus mengalami peningkatan guna menunjang kegiatan belajar mengajar di berbagai daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan buka puasa bersama guru dan siswa Sekolah Rakyat di ICE BSD Tangerang, Tangerang, Jumat (28/2/2026), yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Saifullah mengakui bahwa saat ini masih terdapat kekurangan tenaga pengajar di beberapa titik. Pemerintah pun tengah melakukan pemetaan kebutuhan guru secara menyeluruh.
Kementerian Sosial bersama Badan Kepegawaian Negara dan kementerian terkait terus membahas langkah strategis untuk menambah jumlah tenaga pendidik sesuai kebutuhan wilayah.
“Kami masih membahas kebutuhannya karena di beberapa lokasi memang masih kekurangan guru,” ujar Saifullah, menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia memastikan bahwa seluruh guru Sekolah Rakyat telah melalui proses seleksi ketat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian PAN-RB, dan BKN, serta telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Mayoritas guru yang direkrut berusia di bawah 30 tahun dan dinilai memiliki kemampuan mengajar yang memadai. Selama enam bulan terakhir, mereka juga telah menjalani proses adaptasi di lingkungan Sekolah Rakyat.
Dari sisi infrastruktur, pemerintah saat ini tengah membangun gedung sekolah permanen di 104 titik. Setiap lokasi dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Selama masa perintisan, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan gedung milik Kementerian Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, balai Diktasmen, serta fasilitas pemerintah daerah.
Setelah pembangunan rampung, siswa akan menempati fasilitas yang lebih lengkap, termasuk asrama, ruang kelas modern, perpustakaan, laboratorium, aula, dan sarana ekstrakurikuler.
Saifullah menjelaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera, khususnya kelompok desil satu dan dua yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem, sehingga program ini menjadi solusi nyata bagi akses pendidikan.
Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pendidikan berkualitas berbasis asrama dan pembentukan karakter, sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak yang sebelumnya sempat putus sekolah.
