Waspada! Badan Geologi Warning Longsor Susulan di Bandung Barat

3 Min Read
Waspada! Badan Geologi Warning Longsor Susulan di Bandung Barat (Ilustrasi)

BANDUNG,NOLESKABAR.COM– Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperingatkan masyarakat terkait potensi longsor susulan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyusul masih tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi pemicu utama terjadinya gerakan tanah.

“Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng,” ujar Lana dalam keterangan resminya, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa selain hujan, kondisi geologi setempat turut memperbesar risiko longsor. Wilayah terdampak didominasi batuan gunungapi tua yang telah lapuk, dengan kemiringan lereng yang curam serta adanya rekahan dan struktur geologi.

“Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas,” kata Lana.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, wilayah tersebut termasuk dalam zona kerentanan menengah, yang berarti gerakan tanah berpotensi terjadi, terutama saat hujan deras berlangsung dalam durasi lama.

Badan Geologi juga menyoroti peran aktivitas manusia dalam meningkatkan risiko longsor, seperti pemotongan lereng untuk permukiman, pembangunan akses jalan, serta sistem drainase yang belum optimal.

Untuk memperkuat penanganan, Badan Geologi telah mengerahkan Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana guna melakukan pemeriksaan lapangan dan menyusun rekomendasi teknis.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hadi Wijaya, mengatakan tim telah berada di lokasi untuk melakukan kajian langsung.

“Tim Tanggap Darurat Badan Geologi saat ini sudah berada di lokasi terjadinya gerakan tanah berupa tanah longsor. Tim akan melakukan pemeriksaan di lokasi bencana untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana,” ujar Hadi.

Ia menambahkan, tim yang diterjunkan terdiri dari personel teknis dan nonteknis yang akan memberikan rekomendasi penanganan serta sosialisasi kepada masyarakat.

“Tim akan memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah dan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah kepada masyarakat sebagai bagian dari mitigasi bencana,” jelasnya.

Badan Geologi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng curam untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika kondisi memburuk.

“Masyarakat yang tinggal di dekat lereng curam diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi terjadinya gerakan tanah susulan masih tinggi,” tuturnya.

Selain itu, keselamatan petugas di lapangan juga menjadi perhatian utama.

“Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca dan tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras, karena daerah ini masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan yang bisa menimpa petugas,” pungkas Hadi.

Dohir/Sultoni

Share This Article