Trump Murka! Kanada Didekati China, Tarif 100 Persen Siap Menghantam

3 Min Read
Trump geram melihat Kanada makin dekat dengan China. AS pun bersiap melancarkan tarif impor hingga 100 persen yang berpotensi memicu babak baru perang dagang global. 🌍📉

WASHINGTON, NOLESKABAR.COM –  Ketegangan Amerika Serikat dan Kanada kembali memanas. Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras: tarif impor 100 persen untuk seluruh produk Kanada jika Ottawa nekat mempererat hubungan dagang dengan China.

Ancaman itu disampaikan Trump lewat platform Truth Social, Sabtu (24/1). Ia menegaskan, kesepakatan Kanada dengan Beijing akan dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kepentingan ekonomi AS.

“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, maka semua barang Kanada yang masuk ke Amerika Serikat akan langsung dikenai tarif 100 persen,” tulis Trump.

Tak berhenti di situ, Trump kembali menyindir Perdana Menteri Kanada Mark Carney dengan menyebutnya sebagai “gubernur”, seolah Kanada hanyalah perpanjangan tangan Washington. Ia menuduh Carney membuka jalan bagi China menjadikan Kanada sebagai “jalur belakang” untuk membanjiri pasar AS.

“China akan melahap Kanada hidup-hidup. Dunia usaha, tatanan sosial, hingga cara hidup mereka akan hancur,” katanya.

Dalam unggahan terpisah, Trump menegaskan bahwa pengaruh China di Kanada adalah “hal terakhir yang dibutuhkan dunia” dan bersumpah hal itu tidak akan pernah dibiarkan terjadi.

Pemerintah Kanada langsung membantah klaim Trump. Menteri Perdagangan Kanada-AS Dominic LeBlanc menegaskan bahwa Ottawa tidak sedang mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China.

“Yang dilakukan Kanada hanya menyelesaikan sengketa tarif tertentu, bukan membangun perjanjian besar dengan China,” ujar LeBlanc.

Ia menekankan bahwa prioritas utama Kanada tetap memperkuat hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat, yang selama ini disebut sebagai kemitraan strategis di bidang ekonomi dan keamanan.

Di tengah tekanan AS, Perdana Menteri Mark Carney justru menyerukan solidaritas domestik. Dalam pesan video kepada publik, Carney menyebut perekonomian Kanada sedang “terancam dari luar”.

Ia mengajak warga mendukung pengusaha lokal dan menegaskan pemerintah tengah menggenjot proyek besar, mulai dari pembangunan jutaan rumah hingga pengadaan alat utama sistem persenjataan.

“Kita tidak bisa mengendalikan apa yang dilakukan negara lain. Tapi kita bisa menjadi pelanggan terbaik bagi negara kita sendiri,” kata Carney.

Hubungan kedua negara memburuk tajam sejak Trump kembali menjabat. Carney secara terbuka menentang kebijakan tarif AS dan menolak keras gagasan Trump yang ingin Kanada menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat.

Ketegangan kian menjadi setelah Trump menarik undangan Kanada untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian versi AS—langkah yang diyakini sebagai balasan atas kritik Carney di Forum Ekonomi Dunia (WEF).

Dengan ancaman tarif raksasa dan retorika panas dari Gedung Putih, hubungan dua sekutu lama ini kini berada di ambang konflik dagang terbuka—dan dunia menunggu siapa yang akan mengalah lebih dulu.

Share This Article