JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Bawang bombay ilegal tampaknya lupa satu hal penting, yaitu Indonesia lagi siaga penuh. Alhasil, sebanyak 133,5 ton bawang bombay selundupan harus pasrah disita Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai digerebek di sebuah gudang di Semarang Utara, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).
Gudang yang awalnya tampak kalem itu mendadak panas setelah Mentan Amran turun langsung bersama aparat penegak hukum (APH). Ribuan karung bawang bombay tanpa dokumen resmi ditemukan berjejer rapi. Sayangnya, rapi tapi ilegal.
“Ini bawang tidak bayar pajak, masuk diam-diam, bawa risiko penyakit pula. Lengkap sudah pelanggarannya,” kata Amran dikutip Minggu, 11 Januari 2026, sambil menegaskan tak ada toleransi untuk pangan selundupan.
Total barang bukti yang diamankan mencapai 6.172 karung. Namun menurut Amran, urusan pangan bukan soal banyak-banyakan tonase.
“Satu kilo kalau bawa penyakit, dampaknya sama saja dengan satu juta kilo. Yang kena bukan bawangnya, tapi psikologi petani,” ujarnya.
Amran menegaskan, praktik impor ilegal bukan cuma merugikan negara dari sisi pajak, tapi juga merusak semangat petani lokal. Ia mengingatkan Indonesia punya sekitar 160 juta petani dan jutaan peternak yang tidak boleh dikalahkan oleh ulah segelintir oknum.
“Masa 100 juta orang dikorbankan demi 10–20 orang? Ini bukan drama, ini pangan,” tegasnya.
Tak main-main, Amran meminta pengusutan dilakukan sampai ke akar-akarnya. Polisi Militer, Kapolres, hingga APH dikerahkan agar kasus ini tak berhenti di gudang saja.
“Harus ada efek jera. Jangan sampai besok muncul gudang ‘season 2’,” ujarnya setengah menyindir.
Ia juga mengingatkan bahaya laten penyelundupan pangan, mengacu pada pengalaman pahit wabah penyakit ternak seperti PMK yang sempat membuat peternak merugi besar.
“Satu penyakit bisa bikin kerugian ratusan triliun. Yang rugi siapa? Petani, bukan penyelundup,” katanya.
Amran memastikan pengawasan ketat tak hanya berlaku untuk bawang bombay, tapi juga beras, gula, pupuk, hingga mesin pertanian. Ia bahkan memberi sinyal akan ada “episode bongkar-bongkar” lanjutan dalam waktu dekat.
“Tenang saja. Satu dua minggu ke depan, kita bongkar semua,” katanya.
Menutup pernyataannya, Amran menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus berada di garis depan menjaga kedaulatan pangan nasional.
“Ini bukan soal hari ini saja. Ini soal masa depan pangan Indonesia. Dan saya belum selesai,” pungkasnya.
Editor: Sultoni
