JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Indonesia bakal semakin mandiri soal energi. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa pemerintah akan menghentikan impornya seluruh solar mulai semester kedua 2026. Langkah ini menyusul beroperasinya Kilang Balikpapan yang masuk proyek RDMP.
“Solar CN48 sudah tidak diimpor lagi. CN51, yang biasa dipakai alat berat di lokasi tinggi, juga akan berhenti semester ini,” kata Bahlil. Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan bahwa penghentian impor ini sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, dan jika ada impor di awal tahun, itu hanyalah sisa kuota 2025.
Diketahui, Kilang Balikpapan sendiri punya kapasitas 360 ribu barel per hari. Tidak cuma solar, kilang ini juga akan memproduksi bensin, LPG, dan produk petrokimia. Nantinya, seluruh stasiun BBM swasta akan membeli langsung dari kilang Pertamina, mengurangi ketergantungan impor.
Bahlil menjelaskan, kebutuhan bensin nasional mencapai hampir 40 juta kiloliter, tapi produksi dalam negeri baru 14 juta kl. Dengan tambahan dari Kilang Balikpapan 5,8 juta kl, sisa impor bensin diperkirakan tinggal 18–19 juta kl.
Menteri Bahlil menambahkan visinya ke depan: “Saya bermimpi semua produk BBM seperti RON 92, 95, 98 diproduksi dalam negeri. Ini sesuai aturan sejak 2005, kita harus utamakan produk lokal.”
Editor: Sultoni
