Bahlil Tegaskan Stok BBM Aman, Kendala Ada di Kapasitas Storage

2 Min Read
Bahlil Lahadalia menegaskan stok BBM nasional dalam kondisi aman, meski kapasitas storage masih menjadi tantangan utama dalam menjaga ketahanan energi di Indonesia.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluruskan informasi yang beredar terkait kemampuan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari akibat dampak perang di Timur Tengah.

Bahlil menyampaikan klarifikasi tersebut menjelang rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3/2026). Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan kondisi darurat, melainkan mencerminkan kapasitas daya tampung penyimpanan BBM yang selama ini dimiliki Indonesia.

“Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” ujar Bahlil kepada awak media.

Menurutnya, standar nasional minimal ketahanan stok BBM berada di kisaran 20–21 hari, sementara batas maksimalnya sekitar 25 hari. Angka tersebut dinilai masih berada dalam kondisi normal.

Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional, rata-rata ketahanan stok BBM nasional tercatat berada di level 22–23 hari. Data ini menunjukkan bahwa pasokan energi nasional masih relatif stabil.

Bahlil menjelaskan bahwa keterbatasan stok bukan disebabkan ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan pasokan, melainkan karena kapasitas tangki penyimpanan yang belum mencukupi.

“Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” katanya.

Ia meminta agar pemberitaan mengenai stok BBM tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Menurutnya, persoalan utama terletak pada infrastruktur penyimpanan, bukan pada ketersediaan pasokan energi.

“Jadi jangan sampai publik berpikir seolah-olah negara tidak mampu menyediakan BBM. Masalahnya ada di kapasitas penyimpanan, bukan di suplai,” ujar Bahlil menegaskan.

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto telah mengupayakan percepatan pembangunan fasilitas storage untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama Insyaallah rencana sampai dengan 3 bulan,” katanya.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penguatan sistem ketahanan energi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik dan fluktuasi pasokan energi dunia.

Share This Article