BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Menjelang Bulan Suci Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangkalan mengintensifkan penertiban terhadap pengemis, pengamen, dan badut jalanan.
Operasi penertiban yang berlangsung Rabu (22/1/2026) itu menyasar kawasan Alun-alun Kota Bangkalan hingga ruas jalan utama, yang kerap dipadati pengunjung dan pedagang kaki lima.
Razia itu dilakukan secara menyeluruh, menyisir titik-titik strategis di area luar dan dalam alun-alun. Hasilnya, 11 orang berhasil diamankan dan dibawa ke Kantor Satpol PP sebelum dipindahkan ke rumah singgah Dinas Sosial.
Petugas Satpol PP melakukan pengintaian terlebih dahulu agar tidak terjadi salah tangkap. Salah satu yang terjaring adalah pengemis perempuan di sisi utara Jalan Ahmad Yani. Selain itu, beberapa pengamen dan badut jalanan digiring langsung ke mobil patroli untuk diamankan.
Banyak warga yang merasa terganggu dengan keberadaan pengemis dan pengamen, terutama saat mereka memaksa meminta uang kepada pengunjung. Pedagang kaki lima juga mengaku aktivitas tersebut mengurangi kenyamanan dan ketertiban di area alun-alun.
Kabid Penindakan dan Trantib Satpol PP Bangkalan, Arie Moein, menjelaskan tujuan penertiban ini. Menurutnya, Razia ini dilakukan untuk menekan maraknya pengemis, pengamen, dan badut jalanan, khususnya mereka yang datang dari luar daerah.
” Kami ingin Bangkalan bersih dan nyaman, terutama menjelang Ramadan,” Jumat, 23 Februari 2026.
Arie menambahkan bahwa operasi ini akan digelar secara berkala. “Kegiatan ini tidak hanya sekali, tapi akan kami intensifkan secara rutin. Tujuannya agar warga merasa aman dan tidak terganggu saat beraktivitas di alun-alun,” ujarnya.
Diharapkan, penertiban ini memberi efek jera bagi pelaku yang kerap meresahkan warga, sekaligus menciptakan suasana lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung Alun-alun Bangkalan.
Masyarakat pun menyambut baik langkah Satpol PP. Seorang pedagang kaki lima, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan langkah pemerintah ini membuat pengunjung lebih tertib.
“Alhamdulillah, sekarang pengunjung bisa lebih nyaman. Kadang kami terganggu saat pengemis dan pengamen terlalu memaksa. Semoga kegiatan ini terus berlanjut,” tandasnya.
