Rencana Pesta Mercon di Bangkalan Gagal Total, Polisi Sita Ratusan Petasan Besar

3 Min Read
Rencana Pesta Mercon di Bangkalan Gagal Total, Polisi Sita Ratusan Petasan Besar (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Suasana Idul Fitri 1447 Hijriah di Bangkalan tidak sepenuhnya berjalan tenang. Di saat warga masih merayakan Lebaran, aparat kepolisian justru bergerak cepat menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat penyimpanan petasan berdaya ledak tinggi.

Operasi dilakukan pada Sabtu (21/3) pagi, tak lama setelah salat Id. Tim gabungan dari Polres Bangkalan dan Gegana Brimob Polda Jatim langsung menyasar sebuah rumah di Dusun Kencat, Kelurahan Bancaran.

Penggerebekan ini bukan tanpa dasar. Polisi sebelumnya menerima laporan warga terkait rencana penyalaan ratusan petasan besar di sebuah lapangan pada sore hari. Informasi itu dinilai berisiko tinggi dan berpotensi membahayakan keselamatan banyak orang.

Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo, memimpin langsung operasi tersebut. Begitu penggeledahan dimulai, petugas langsung menemukan fakta yang jauh dari dugaan awal.

Di dalam rumah, tersimpan ratusan mercon siap edar dengan berbagai ukuran, mulai dari ukuran tanggung hingga berdiameter besar yang tergolong tidak lazim. Total, polisi menyita sekitar 700 petasan, terdiri dari ratusan mercon ukuran tanggung, jenis srengdor, hingga mercon berukuran raksasa.

Beberapa di antaranya memiliki ukuran mencolok: diameter mencapai 28 sentimeter dengan panjang hingga 1,4 meter. Ada pula mercon berdiameter 20 sentimeter dengan berbagai panjang, yang secara teknis memiliki daya ledak tinggi.

Situasi ini membuat tim Gegana Brimob Polda Jatim harus bekerja ekstra hati-hati. Satu per satu petasan dipindahkan ke kendaraan khusus, menghindari gesekan atau tekanan yang bisa memicu ledakan.

Area sekitar lokasi pun dijaga ketat selama proses evakuasi berlangsung. Aparat memastikan tidak ada warga yang mendekat demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Namun di balik temuan besar itu, ada satu hal yang luput: pemilik rumah. Pria berinisial M-M yang diduga sebagai pemilik mercon berhasil melarikan diri sebelum petugas tiba. Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, menegaskan operasi serupa akan terus digencarkan selama momentum Lebaran. Razia tidak hanya menyasar peredaran petasan, tetapi juga produksi bahan peledak ilegal.

“Operasi akan kami lakukan hingga beberapa hari ke depan, termasuk menjelang Lebaran Ketupat,” ujarnya.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak memproduksi atau menyalakan petasan berukuran besar. Selain melanggar hukum, aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi dan dapat membahayakan lingkungan sekitar.

Penggerebekan ini menjadi sinyal tegas: tradisi mercon yang selama ini dianggap biasa, kini masuk dalam pengawasan serius aparat. Di tengah perayaan, keselamatan tetap jadi prioritas utama.

Penulis: Syah

Share This Article