BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan memastikan akan segera memeriksa santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh oknum lora di Pondok Pesantren Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Korban sebelumnya dilaporkan menghilang sejak 7 Januari 2026 dan baru ditemukan pada Senin (26/1/2026) di kawasan Masjid Madinah, akses Jalan Raya Suramadu, dalam kondisi selamat.
Penemuan korban tersebut diketahui berdasarkan informasi dari orang tak dikenal yang diterima keluarga korban.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan pemeriksaan terhadap korban menjadi langkah awal lanjutan penanganan perkara dugaan kekerasan seksual tersebut.
“Korban akan kami mintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan dan pendalaman kasus,” ujar Agung, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, pemeriksaan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi psikologis korban serta mengedepankan pendekatan yang humanis.
“Kami akan menyesuaikan dengan kondisi korban. Pemeriksaan dilakukan secara hati-hati dan didampingi pihak terkait,” katanya.
Selain memeriksa korban, polisi juga akan menelusuri pihak tak dikenal yang memberikan informasi terkait keberadaan korban kepada keluarga.
“Kami juga akan menyelidiki siapa pihak yang memberikan informasi tersebut dan bagaimana korban bisa berada di lokasi itu,” tambah Agung.
Sementara itu, aktivis perempuan dan pendamping korban menegaskan pentingnya proses hukum yang transparan dan berpihak pada korban. Mereka mendesak agar kepolisian tidak hanya fokus pada pemeriksaan korban, tetapi juga segera menuntaskan penanganan terhadap terduga pelaku.
Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI), Mutmainah, meminta agar proses pemeriksaan tidak menambah trauma baru bagi korban.
“Korban sudah mengalami tekanan berat. Pemeriksaan harus dilakukan secara sensitif dan melibatkan pendamping,” ujarnya.
Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum lora ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah korban menghilang hampir tiga pekan dan baru ditemukan di tengah meningkatnya tekanan masyarakat.
Hingga kini, polisi menyatakan proses penyelidikan masih terus berjalan dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah pemeriksaan korban dilakukan.
