BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Alumni SMPN 1 Bangkalan Angkatan 1995 kembali menebar kebaikan di bulan suci Ramadan. Mereka menggelar santunan anak yatim dan pembagian takjil, kegiatan yang kini menjadi tradisi tahunan dan selalu dinanti masyarakat.
Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke salah satu yayasan anak yatim di Bangkalan. Para alumni menyerahkan santunan secara langsung. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat jelas. Anak-anak tampak ceria menerima bantuan sekaligus dukungan moral dari alumni.
Bantuan yang diberikan tidak hanya materi. Alumni menekankan pentingnya semangat hidup bagi anak-anak yatim agar tetap optimis menatap masa depan. Kehadiran alumni membawa energi positif dan motivasi bagi mereka.
Setelah santunan, alumni melanjutkan kegiatan dengan membagikan takjil kepada warga dan pengguna jalan menjelang berbuka puasa. Sambutan masyarakat sangat antusias. Beberapa warga menyampaikan ucapan terima kasih langsung kepada para alumni.
Pembagian takjil ini tidak hanya meringankan kebutuhan berbuka, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara alumni dan masyarakat Bangkalan. Interaksi singkat namun hangat terlihat dari senyum dan sapaan warga.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kebersamaan yang terjalin sejak bangku sekolah tidak hanya menjadi kenangan. Alumni SMPN 1 Bangkalan 1995 membuktikan solidaritas tetap terjaga meski mereka telah menapaki jalan hidup masing-masing.

Muhyi, panitia kegiatan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara. Ia menekankan bahwa dukungan dari alumni dan donatur menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Menurutnya, santunan dan pembagian takjil bukan sekadar rutinitas, tetapi simbol nyata kepedulian sosial yang berdampak luas bagi masyarakat Bangkalan.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang terus berlanjut. Selain menebar manfaat bagi anak-anak dan masyarakat, kegiatan ini juga memperkuat ikatan para alumni.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur serta teman-teman alumni SMPN 1 Bangkalan 1995 yang telah berpartisipasi, baik dalam bentuk materi, tenaga maupun doa. Tanpa dukungan mereka, kegiatan santunan anak yatim dan pembagian takjil ini tentu tidak bisa berjalan lancar,” ucapnya.
Muhyi berharap kegiatan ini terus menjadi tradisi tahunan yang menebar manfaat, tidak hanya bagi anak-anak yatim dan masyarakat, tetapi juga mempererat kebersamaan para alumni.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat, dan terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.
Kegiatan santunan anak yatim dan pembagian takjil ini membuktikan bahwa kepedulian sosial bisa diwujudkan dengan langkah sederhana namun berdampak luas. Tradisi ini menunjukkan bahwa alumni SMPN 1 Bangkalan 1995 tidak hanya menjaga kenangan sekolah, tetapi juga menggunakan kenangan itu untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bangkalan. (Red)
