Plafon Kelas I SDN Kramat 1 Bangkalan Ambruk, Siswa Panik

By iksan
2 Min Read
Kondisi ruang kelas I SDN Kramat 1 usai plafon ambruk saat jam pelajaran (Dok. Istimewa)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Suasana belajar di SD Negeri Kramat 1, Kecamatan Kota Bangkalan, mendadak berubah panik setelah plafon ruang kelas I ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Rabu pagi. Insiden tersebut membuat siswa berhamburan keluar kelas untuk menyelamatkan diri.

Kepala SDN Kramat 1 Bangkalan, Sri Handayani, mengatakan kejadian terjadi secara tiba-tiba ketika pembelajaran baru saja dimulai.

“Pembelajaran berjalan seperti biasa, anak-anak masuk kelas, pembiasaan dan doa. Tiba-tiba plafon runtuh. Alhamdulillah tidak sampai mengenai siswa,” ujarnya.

Tak lama setelah kejadian pertama, plafon kembali runtuh. Bahkan, runtuhan terjadi hingga tiga kali dalam rentang waktu sekitar 10 menit. Suara runtuhan terdengar keras dan membuat guru serta siswa semakin ketakutan.

“Saat kejadian berikutnya kami sedang berada di kantor. Terdengar suara keras seperti ‘brek’, sangat mengerikan,” kata Sri Handayani.

Akibat peristiwa tersebut, siswa di ruang kelas lain ikut diliputi rasa cemas karena khawatir plafon di kelas mereka juga mengalami kerusakan serupa. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa ke musala sekolah.

“Untuk sementara siswa kami pindahkan ke musala agar lebih aman,” jelasnya.

Sri Handayani menduga ambruknya plafon dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Bangkalan sejak sehari sebelumnya. Kondisi bangunan yang lembab diduga membuat material kayu plafon menjadi lapuk.

“Kemarin hujan dari pagi sampai sore. Bangunan jadi lembab, kemungkinan kayunya sudah lapuk,” ungkapnya.

Bangunan ruang kelas yang ambruk tersebut diperkirakan berusia 10 hingga 15 tahun dan belum pernah mendapatkan renovasi. Sementara beberapa ruang kelas lain di sekolah itu merupakan bangunan baru yang dibangun sekitar dua tahun terakhir.

Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pendidikan setempat dan berharap segera ada tindak lanjut, terutama pengecekan kondisi plafon di ruang kelas lain.

“Kami khawatir kerusakan ini merembet ke kelas sebelah. Harapannya bisa segera diperiksa dan diperbaiki,” pungkasnya.

Share This Article