Bank Untung, Bumi Selamat: Prof. Haykal Bongkar Green Banking

2 Min Read
Bank Untung, Bumi Selamat: Prof. Haykal Bongkar Green Banking (Ilustrasi)

BANDUNG, NOLESKABAR.COM- Green banking atau perbankan hijau kini menjadi sorotan utama dalam sistem keuangan Indonesia. Konsep ini menegaskan bahwa bank tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga harus peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Prof. Dr. Hassanain Haykal, akademisi sekaligus praktisi hukum, menekankan bahwa penerapan green banking bukan sekadar teori, tetapi tuntutan nyata bagi masa depan ekonomi Indonesia.

“Kalau bank hanya fokus profit, kita kehilangan peluang besar untuk menjaga bumi,” tegasnya.

Menurut Prof. Haykal, implementasi green banking membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah, regulasi yang ketat, dan partisipasi aktif masyarakat. Tanpa itu, konsep ini sulit berjalan dan berisiko menjadi wacana kosong.

Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan menjadi lembaga kunci yang dapat mengawal regulasi nasional. Dengan payung hukum yang jelas, praktik perbankan hijau bisa diterapkan secara menyeluruh, bukan hanya di sektor tertentu.

Langkah strategis lain yang perlu ditempuh antara lain pengembangan produk keuangan ramah lingkungan, pemberian insentif bagi perusahaan hijau, dan peningkatan literasi masyarakat tentang ekonomi berkelanjutan.

Prof. Haykal menekankan bahwa transformasi ini bukan proses instan. Bank harus berani menata ulang strategi, menyeimbangkan keuntungan finansial dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Dampak positif green banking tidak hanya dirasakan sektor finansial. Dengan mendorong investasi hijau, konsep ini membantu mengurangi polusi, melestarikan sumber daya alam, dan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah perubahan iklim global.

Namun revolusi ini juga menghadirkan tantangan. Bank yang lambat beradaptasi akan tertinggal, sementara dunia bergerak cepat menuju ekonomi hijau. “Green banking adalah revolusi. Yang menunda berarti kalah,” tegas Prof. Haykal.

Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, swasta, dan masyarakat menjadi kunci sukses. Semua pihak harus bergerak serentak agar green banking bukan hanya slogan, tetapi praktik nyata yang membawa perubahan signifikan.

Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pionir green banking di Asia Tenggara. Dengan komitmen penuh, sistem keuangan yang sehat sekaligus peduli lingkungan bukan lagi impian, tapi target yang bisa dicapai dalam waktu dekat.

Penulis: Dhohir

Share This Article