Pemerintah Minta Investor Tenang, Fundamental Ekonomi Jadi Penopang IHSG

3 Min Read
IHSG Dekati Level Tertinggi Tahunan, Peluang Uji Rekor Kian Terbuka (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Gejolak pasar menyusul pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Direktur Utama BEI Iman Rachman memicu perhatian investor terhadap pergerakan IHSG. Namun pemerintah menilai dinamika tersebut tidak akan berdampak serius pada stabilitas pasar saham.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar tidak panik menyikapi isu kepemimpinan di sektor keuangan. Menurutnya, kekhawatiran berlebihan justru dapat memicu tekanan jangka pendek pada IHSG.

Purbaya menegaskan sistem tata kelola di Bursa Efek Indonesia telah disiapkan untuk kondisi transisi. Dengan mekanisme yang berjalan otomatis, aktivitas perdagangan tetap terjaga dan tidak mengganggu kinerja IHSG.

“Orang takut seolah-olah akan ada kekacauan ketika direksi mundur. Padahal sistemnya sudah cukup baik,” ujar Purbaya, dikutip Minggu, 1 Februari 2026, menepis anggapan bahwa mundurnya pimpinan OJK dan BEI akan memicu gangguan pada IHSG.

Purbaya menilai keberlanjutan sistem tersebut menjadi bukti kematangan pasar modal nasional. Dengan fondasi yang kuat, fluktuasi IHSG akibat isu non-ekonomi dinilai tidak bersifat struktural.

Purbaya mengingatkan investor bahwa pergerakan IHSG pada akhirnya sangat ditentukan oleh fundamental ekonomi. Selama kondisi makro terjaga, tekanan pasar cenderung bersifat sementara.

Menurutnya, ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen tahun ini, yang diyakini akan menjadi katalis positif bagi IHSG.

Pertumbuhan tersebut diproyeksikan berdampak langsung pada kinerja emiten. Peningkatan laba perusahaan tercatat diharapkan menjadi penopang utama penguatan IHSG ke depan.

“Keuntungan perusahaan listing harusnya naik. Itu yang akan dilihat investor,” kata Purbaya, menegaskan bahwa arah IHSG lebih ditentukan oleh kinerja korporasi dibanding isu pergantian pejabat.

Menjelang pengumuman penjabat sementara Direktur Utama BEI pada awal pekan, pemerintah berharap kepastian transisi manajemen mampu memperkuat kepercayaan investor dan menjaga stabilitas IHSG serta pasar modal Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 30 Januari 2026, dengan kenaikan 1,18 persen ke level 8.329,61 atau bertambah 97,40 poin dibanding penutupan sebelumnya di 8.232,20. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di rentang 8.167,16 hingga 8.408,30.

Penguatan IHSG sejalan dengan kinerja indeks unggulan. Indeks LQ45 melonjak 2,52 persen ke posisi 833,54, sementara IDX30 menguat 1,96 persen ke level 429,75. Indeks berbasis keberlanjutan Sri-Kehati juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,91 persen ke 372,91. Sementara itu, PEFINDO i-Grade naik 2,30 persen ke level 217,34.

Dari pasar global, mayoritas indeks saham utama bergerak di zona hijau. Indeks Hang Seng melonjak 2,08 persen ke 27.387,11, disusul DAX Jerman yang naik 0,94 persen ke 24.538,81. Di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average menguat 0,36 persen ke 48.892,47, dan S&P 500 naik 0,43 persen ke 6.939,03. Sementara itu, Nikkei 225 Jepang relatif stagnan dengan kenaikan tipis 0,099 persen, dan KOSPI Korea Selatan menguat terbatas 0,060 persen.

Secara tahunan, IHSG masih bergerak dalam rentang 5.882,61 hingga 9.174,47, mencerminkan volatilitas pasar yang tetap tinggi di tengah dinamika global dan sentimen domestik.

Share This Article