LUMAJANG, NOLESKABAR.COM – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (13/2/2026) pagi. Aktivitas vulkanik ini menambah daftar kejadian erupsi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, letusan terjadi pada pukul 07.42 WIB. Erupsi tersebut terekam jelas melalui alat pemantau yang berada di sekitar kawasan gunung.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal. Arah sebaran abu mengarah ke utara dan timur laut, mengikuti kondisi angin di wilayah sekitar gunung.
Aktivitas erupsi juga tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter. Sementara itu, durasi getaran tercatat selama 133 detik, menunjukkan adanya tekanan magma yang cukup kuat.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini menandakan bahwa aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi menimbulkan bahaya.
Petugas Pos Pengamatan, Sigit Rian Alfian, menyebutkan bahwa tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter dari puncak.
Pihak pengamat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak kawah. Langkah ini diambil guna mengurangi risiko dampak langsung dari erupsi.
Selain itu, warga juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, serta lahar hujan di sepanjang sungai yang berhulu di Semeru. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.
