JAKARTA,NOLESBERITA.COM- Perputaran uang jelang Ramadan dan Idul Fitri dipastikan melonjak. Mengantisipasi ledakan kebutuhan uang tunai, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah menyiapkan Rp2,86 triliun untuk penukaran uang rupiah selama Ramadan hingga Lebaran 1447 Hijriah.
Angka ini bukan kecil. Bahkan naik sekitar 39 persen dibanding tahun lalu yang berada di kisaran Rp2,24 triliun.
Kenaikan tajam ini mencerminkan satu hal: aktivitas ekonomi di Sulawesi Tengah diprediksi lebih bergairah.Kepala KPwBI Sulteng, Irfan Sukarna, menegaskan penyediaan uang kartal adalah langkah rutin setiap Ramadan.
Namun tahun ini, skalanya diperbesar. Faktor pendorongnya jelas: pembayaran THR bagi ASN, TNI/Polri, dan pekerja swasta, tradisi berbagi di masyarakat, penyaluran bansos, hingga potensi libur panjang.
“Tujuannya memastikan uang tersedia cukup, pecahan sesuai, tepat waktu, dan layak edar,” tegasnya saat peluncuran program di Palu, Rabu (18/2).
Serambi Digelar, Layanan DiperluasProgram Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) resmi digulirkan. BI tak hanya menumpuk uang di brankas, tetapi menyiapkan jalur distribusi yang lebih agresif.
Sebanyak 11 kali layanan kas keliling akan digelar di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong. Layanan juga menyasar arus mudik di Pelabuhan Donggala. Artinya, masyarakat tak perlu berdesakan di satu titik.
Tak berhenti di situ, BI menggandeng 22 bank dengan total 52 frekuensi layanan penukaran di 26 titik. Lokasinya tersebar mulai dari Palu, Poso, Morowali, Banggai, hingga Pasangkayu di wilayah perbatasan.
Skemanya dibuat lebih rapi. Masyarakat diminta memanfaatkan aplikasi PINTAR untuk pemesanan penukaran agar antrean tertib dan distribusi merata.Uang Baru, Tradisi LamaRamadan identik dengan uang pecahan baru.
Bagi sebagian warga, membagikan uang bersih dan rapi kepada anak-anak atau keluarga sudah menjadi tradisi. Permintaan uang kecil melonjak drastis setiap tahun.
BI ingin memastikan momen itu tidak terganggu kelangkaan uang tunai. Apalagi, transaksi tunai masih mendominasi di sejumlah wilayah.
Namun ada pesan tegas: gunakan layanan resmi. Hindari praktik calo penukaran yang kerap muncul menjelang Lebaran dengan biaya tambahan tak masuk akal.
Momentum Ekonomi DaerahSuntikan likuiditas hampir Rp3 triliun ini juga menjadi sinyal optimisme ekonomi Sulawesi Tengah. Perdagangan, UMKM, dan sektor jasa biasanya menggeliat selama Ramadan.Uang berputar lebih cepat.
Konsumsi meningkat. Aktivitas pasar malam, belanja kebutuhan pokok, hingga persiapan mudik menyedot peredaran uang tunai.Layanan penukaran dibuka mulai (18/2) hingga (13/3) 2026.
Masyarakat diimbau tidak menunda dan memanfaatkan jadwal yang tersedia.Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga periode puncak pergerakan uang.
Dan tahun ini, BI Sulteng memastikan mesin likuiditas bekerja penuh agar tak ada alasan kekurangan uang tunai saat hari raya tiba.
Penulis:NL
