UMKM Bangkalan Pilih Istighasah, Cari Kekuatan di Tengah Lesunya Ekonomi

2 Min Read
UMKM Bangkalan Pilih Istighasah, Cari Kekuatan di Tengah Lesunya Ekonomi (Ilustrasi)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Di tengah tekanan ekonomi global yang kian terasa, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bangkalan memilih memperkuat ikhtiar spiritual dengan menggelar istighasah bersama.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Mustofa Yannas ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap malam Jumat Manis. Selain istighasah, para pelaku UMKM juga mengisi kegiatan dengan khotmil Quran sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pembina Persatuan PKL Bangkalan, Muhlis Suryani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi para pedagang.

“Memang ini sudah menjadi program rutin kami setiap malam Jumat Manis. Kadang istighasah, kadang khotmil Quran. Ini bagian dari penguatan spiritual para pelaku usaha,” ujarnya. Selasa, 21 April 2026.

Ia mengungkapkan, kondisi ekonomi global yang tidak stabil saat ini berdampak langsung pada pelaku UMKM. Harga bahan baku yang terus meningkat membuat biaya produksi melonjak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.

“Modal terus bertambah karena harga bahan baku naik. Tapi kami tidak berani menaikkan harga jual, karena daya beli masyarakat sedang turun,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai membuat iklim usaha semakin tidak kondusif. Karena itu, para pelaku UMKM berharap kegiatan istighasah ini membawa keberkahan sekaligus menjadi jalan keluar dari tekanan ekonomi yang dihadapi.

“Mudah-mudahan dengan istighasah ini, kondisi ekonomi bisa kembali normal,” harapnya.

Lebih lanjut, Muhlis juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk lebih berpihak kepada pelaku UMKM, terutama dalam merumuskan kebijakan di tengah situasi sulit.

“Kami berharap tidak ada kebijakan yang justru menambah beban pelaku usaha kecil,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam pemberdayaan UMKM, tidak hanya sebatas penarikan kewajiban seperti pajak, tetapi juga melalui dukungan nyata berupa program-program penguatan usaha.

“Kalau ingin dilihat keseriusannya, ya dari anggarannya. Kalau besar berarti serius, kalau kecil berarti belum maksimal,” pungkasnya.

Syah

Share This Article