Baru Santap MBG, Puluhan Siswa di Kokop Bangkalan Mendadak Dilarikan ke Puskesmas

By iksan
2 Min Read
Sejumlah siswa saat dirawat di Puskesmas Kokop (Dok. Istimewa)

BANGKALAN, NOLESKABAR. COM – Puluhan siswa SMAN 1 Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendadak dilarikan ke puskesmas setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (4/6/2026).

Sedikitnya 21 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis. Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah makanan dibagikan dan dikonsumsi para pelajar di lingkungan sekolah.

Selain siswa SMAN 1 Kokop, sejumlah siswa dari salah satu SD di Kecamatan Kokop juga dilarikan ke Puskesmas setempat usai menyantap MBG.

Tokoh masyarakat Bangkalan, Mathur Husyairi, mengatakan seluruh siswa yang menjalani perawatan berasal dari SMAN 1 Kokop.

“Ada sekitar 21 siswa yang dirawat di puskesmas. Mereka berasal dari satu sekolah,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangkalan Kokop Dupok 1 yang dikelola Yayasan Langkah Bersama Kita (LBK).

Adapun menu yang dibagikan pada hari itu terdiri dari nasi, sate ayam, tempe goreng, acar timun dan wortel, serta buah semangka.

Mendapat laporan adanya dugaan keracunan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Petugas diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan sekaligus mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangkalan, dr Wiwid Mayasari, membenarkan pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut.

“Iya betul, sampelnya diambil dan dikirim ke Surabaya untuk pemeriksaan laboratorium,” katanya.

Menurut Wiwid, hasil pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan penyebab para siswa mengalami gangguan kesehatan. Pemeriksaan tersebut juga akan menentukan apakah terdapat kontaminasi pada makanan yang disajikan.

Sementara itu, Kepala SPPG Kokop Dupok, Dhimas Bagus, belum memberikan tanggapan saat dihubungi terkait insiden tersebut.

Diketahui, dapur MBG Kokop Dupok 1 setiap hari mendistribusikan makanan kepada sekitar 3.723 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Kokop dan sekitarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kejadian tersebut. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil.

Share This Article