FIFA Pastikan Jadwal Piala Dunia 2026 Tak Berubah, Iran Tetap Diizinkan Bertanding di AS

2 Min Read
FIFA Pastikan Jadwal Piala Dunia 2026 Tak Berubah, Iran Tetap Diizinkan Bertanding di AS

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Federasi sepak bola dunia FIFA menegaskan bahwa seluruh pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 akan tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah diumumkan pada 6 Desember 2025. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi terkait kemungkinan perubahan lokasi pertandingan, khususnya yang melibatkan tim nasional Iran.

Sebelumnya, muncul usulan dari Iran untuk memindahkan laga mereka dari Amerika Serikat ke Meksiko. Permintaan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik yang menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan selama turnamen berlangsung.

Dalam keterangan resminya, FIFA menyebut pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan seluruh asosiasi anggota, termasuk Iran, guna memastikan kesiapan menjelang turnamen. FIFA juga menyatakan optimisme bahwa semua tim dapat bertanding sesuai jadwal yang telah ditetapkan tanpa hambatan berarti.

Situasi ini mencuat setelah pecahnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut sempat memunculkan keraguan atas partisipasi Iran dalam ajang sepak bola terbesar di dunia itu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran tetap dipersilakan hadir untuk bertanding. Namun, ia juga mengungkapkan kekhawatiran terkait aspek keamanan bagi tim tersebut selama berada di wilayah AS.

Pernyataan itu mendapat respons tegas dari pihak tim nasional Iran. Melalui media sosial, mereka menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dapat menghalangi keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia.

FIFA kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas olahraga di tengah dinamika politik global. Organisasi tersebut memastikan bahwa seluruh keputusan terkait turnamen didasarkan pada prinsip sportivitas dan keamanan bagi semua peserta.

Dengan kepastian ini, persiapan menuju Piala Dunia 2026 terus berjalan sesuai rencana. Turnamen yang akan digelar di tiga negara tuan rumah itu diharapkan tetap menjadi ajang pemersatu dunia melalui sepak bola, di tengah berbagai tantangan geopolitik yang berkembang.

Share This Article