JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi markas komandan Israel dan Amerika Serikat, Sabtu (14/3/2026). Serangan tersebut diklaim sebagai bagian dari operasi balasan atas serangan sebelumnya yang menargetkan wilayah Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah target strategis di kawasan yang disebut sebagai wilayah pendudukan serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Fars, IRGC menyebut sekitar 10 lokasi perlindungan dan titik kumpul militer menjadi sasaran serangan. Target tersebut disebut berkaitan dengan komandan militer AS dan Israel.
Serangan dilakukan menggunakan kombinasi drone tempur dan rudal. IRGC mengklaim tujuh lokasi di Tel Aviv menjadi sasaran utama dalam operasi tersebut.
Selain Tel Aviv, dua target lain di kota Rishon LeZion yang terletak di selatan Tel Aviv juga dilaporkan diserang. Satu lokasi tambahan di kota Shoham turut menjadi target dalam rangkaian operasi militer tersebut.
Iran juga mengklaim serangan diarahkan ke fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Target tersebut meliputi Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, serta pangkalan militer AS di Baghdad dan Erbil, Irak.
Serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel sebelumnya melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut mencakup wilayah Teheran dan dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Iran menyebut aksi militernya sebagai respons atas serangan tersebut, yang juga diklaim menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan operasi mereka sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman yang dinilai berasal dari program nuklir Iran.
