SURABAYA, NOLESKABAR.COM – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong percepatan penyusunan peta jalan pembangunan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Jawa Timur sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pasokan gas bumi.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan kebutuhan gas di Jawa Timur terus meningkat seiring pertumbuhan sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.
Menurutnya, tanpa penguatan infrastruktur, lonjakan permintaan berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi di wilayah tersebut.
“FSRU menjadi solusi penting untuk menghadirkan pasokan gas yang fleksibel dan andal, khususnya di daerah dengan konsumsi tinggi seperti Jawa Timur,” ujar Wahyudi di Surabaya, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, fasilitas FSRU akan menjadi sumber pasokan tambahan berbasis LNG yang terintegrasi dengan jaringan pipa gas yang telah ada.
Dengan sistem ini, pasokan gas dapat berasal dari berbagai sumber, sehingga risiko gangguan distribusi bisa ditekan secara signifikan.
Wahyudi mengungkapkan, penyerapan gas bumi di Jawa Timur saat ini mencapai rata-rata sekitar 413,88 BBTUD, mencerminkan peran vital gas dalam menopang aktivitas ekonomi daerah.
Angka tersebut menunjukkan bahwa gas bumi telah menjadi tulang punggung utama bagi industri, pembangkit listrik, dan sektor usaha lainnya.
Karena itu, diversifikasi pasokan melalui LNG dan FSRU dinilai penting sebagai buffer strategis untuk menjaga kontinuitas distribusi.
Selain memperkuat ketahanan energi, infrastruktur FSRU juga diharapkan mendorong pemerataan akses energi dan mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.
Dengan integrasi jaringan pipa dan LNG, Wahyudi optimistis Jawa Timur dapat membangun ekosistem gas bumi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
