Distribusi Gas PGN di Jawa Timur Terus Meningkat, Capai 197,91 BBTUD

2 Min Read
Penyaluran gas bumi PGN di Jawa Timur tembus 197,91 BBTUD, didominasi kebutuhan sektor industri dan ekonomi daerah.

SURABAYA, NOLESKABAR.COM – Penyaluran gas bumi oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di wilayah Jawa Timur terus menunjukkan tren positif. Hingga awal Februari 2026, volume distribusi gas tercatat mencapai 197,91 BBTUD, dengan mayoritas diserap oleh sektor industri.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, menyebut capaian tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan energi di wilayah tersebut.

Menurutnya, pertumbuhan sektor industri dan manufaktur menjadi faktor utama melonjaknya permintaan gas bumi sebagai sumber energi utama yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Angka ini masih sangat berpotensi meningkat seiring geliat ekonomi daerah yang terus tumbuh,” ujar Wahyudi saat ditemui di Surabaya, Selasa (3/2/2026).

Ia menegaskan, tingginya konsumsi gas harus diimbangi dengan strategi diversifikasi sumber energi agar ketahanan pasokan tetap terjaga dalam jangka panjang.

Sementara itu, Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menyatakan pihaknya terus memperkuat keandalan distribusi gas melalui optimalisasi jaringan pipa yang terintegrasi dan pengembangan infrastruktur strategis.

PGN juga menggabungkan jaringan pipa eksisting dengan skema pasokan beyond pipeline, termasuk pemanfaatan LNG, untuk memastikan pasokan gas tetap stabil dari berbagai sumber.

“PGN siap menyesuaikan skema pasokan agar kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi secara efisien dan berkelanjutan,” kata Aldiansyah.

Ke depan, keberadaan infrastruktur LNG di Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat integrasi jaringan energi regional serta meningkatkan ketahanan energi nasional.

Di sisi lain, General Manager SOR III PGN, Hedi Hedianto, menegaskan bahwa perusahaan terus melakukan pemeliharaan dan pengawasan teknis guna menjaga stabilitas jaringan distribusi.

Selain sektor industri, PGN juga memperluas Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) untuk menjangkau masyarakat dan pelaku UMKM, sebagai bagian dari dukungan transisi energi menuju Net Zero Emission 2060.

Share This Article