DPMD Gelar Jambore BUMDes, Bupati Bangkalan Targetkan 60 Persen Aktif di 2027

2 Min Read
DPMD Gelar Jambore BUMDes, Bupati Bangkalan Targetkan 60 Persen Aktif di 2027 (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bangkalan menggelar Jambore BUMDes sebagai ajang evaluasi kinerja sekaligus mendorong penguatan ekonomi desa melalui badan usaha milik desa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pendopo Pratanu Bangkalan, Kamis (23/4) itu dihadiri langsung Oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim hingga camat dari 18 kecamatan.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana untuk menilai hasil pembinaan yang telah dilakukan pemerintah daerah terhadap BUMDes.

Menurutnya, setiap tahun jambore digelar untuk menampilkan perkembangan usaha dan produk yang dihasilkan BUMDes di berbagai desa.

“Ini bagian dari evaluasi pembinaan. Kita ingin melihat langsung hasil usaha dan perkembangan BUMDes yang selama ini didampingi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, terdapat peningkatan pada produk UMKM binaan BUMDes, baik dari sisi produksi maupun jenis usaha yang dijalankan.

Saat ini, sekitar 70 BUMDes di Bangkalan tercatat aktif menjalankan usaha dan pemasaran produk. Namun, masih ada sekitar 200 BUMDes yang belum aktif secara optimal dan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Lukman Hakim akan mendorong agar produk-produk BUMDes, seperti kerajinan, hasil pertanian, pangan, dan peternakan, dapat masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar modern.

Selain itu, pemasaran juga diarahkan melalui Kedai KDMP sebagai wadah penjualan produk unggulan desa.

Bagi produk yang belum memiliki izin edar seperti BPOM dan sertifikasi halal, pemerintah daerah akan memberikan fasilitasi.

“Kita bantu dari sisi perizinan agar produk bisa bersaing di pasar,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga menargetkan pada 2027 sekitar 60 persen BUMDes sudah aktif dari total desa yang ada.

Sementara itu, Kepala DPMD Bangkalan, Abdul Aziz, menjelaskan seluruh BUMDes di Bangkalan sebenarnya sudah berbadan hukum dan memiliki unit usaha.

Namun, hanya sebagian yang berjalan aktif, terutama dalam hal operasional dan pemasaran.

DPMD kini mengintensifkan pendampingan dengan metode pelatihan langsung dan turun ke lapangan.

“Kami tidak hanya pelatihan formal, tapi juga pendampingan agar BUMDes bisa benar-benar berjalan,” ujarnya.

Penulis: Syah

Share This Article