Soal Pencurian Sapi di Tanah Merah, Kasatreskrim: Kami Terus Selidiki

2 Min Read
Soal Pencurian Sapi di Tanah Merah, Kasatreskrim: Kami Terus Selidiki (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Pihak kepolisian dari Polres Bangkalan terus mendalami kasus pencurian sapi yang terjadi di Desa Padurungan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Meski barang bukti telah ditemukan, aparat memastikan proses hukum tetap berlanjut hingga pelaku berhasil ditangkap.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, menegaskan bahwa sejak laporan diterima, jajarannya langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan, termasuk menerjunkan tim K9 untuk melakukan pelacakan.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sapi milik korban ditemukan warga bersama pemilik di area semak-semak hutan, dan kini telah kembali dalam penguasaan pemiliknya.

“Di Tanah Merah, sapi sudah berhasil ditemukan oleh warga bersama korban dan saat ini sudah berada di tangan pemiliknya. Namun proses hukum tetap berjalan dan pelaku masih dalam penyelidikan,” ujarnya. Rabu, (23/4/2026).

Diketahui kasus pencurian sapi terjadi pada Rabu, 16 April 2026. Setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh kepolisian, sapi tersebut ditemukan pada Senin pagi, 20 April 2026, di tepi sungai tidak jauh dari rumah korban.

Warga yang menemukan sapi itu memilih menunggu aparat kepolisian sebelum evakuasi dilakukan. Sekitar pukul 09.00 WIB, sapi kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Tanah Merah sebagai barang bukti.

Pasca penemuan sapi, Kepala Desa Padurungan, Syaifullah, menduga pelaku sengaja meninggalkan sapi tersebut karena merasa tertekan dengan langkah cepat kepolisian dalam menangani laporan warga.

“Kemungkinan pelaku merasa terdesak karena polisi langsung bergerak cepat sejak awal, sehingga sapi ditinggalkan di tepi sungai,” ujarnya.

Meski sapi telah ditemukan, pihak desa bersama korban menegaskan bahwa proses hukum harus tetap dilanjutkan demi memberikan efek jera dan menjaga keamanan masyarakat.

“Kami tetap akan memproses kasus ini sampai pelaku tertangkap agar tidak menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Syaifullah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Bangkalan atas respons cepat dalam menangani kasus tersebut. Ia berharap pelaku segera ditangkap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus guna mengungkap pelaku serta kemungkinan adanya jaringan pencurian ternak di wilayah Bangkalan.

Editor: Adi

Share This Article