Generasi Muda Adaptif, Waka MPR Dorong Penguatan Ekosistem Digital Nasional

2 Min Read
Generasi muda Indonesia punya kreativitas dan daya adaptasi tinggi di era digital. Namun tanpa ekosistem yang kuat, adil, dan terarah, potensi besar itu sulit berkembang maksimal. Waka MPR Lestari Moerdijat menegaskan, saatnya kolaborasi semua pihak agar anak bangsa tak sekadar jadi konsumen, tapi pencipta teknologi masa depan.

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Kemampuan adaptasi dan kreativitas generasi muda Indonesia dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan ekosistem digital yang kuat, adil, dan terarah agar dapat berkembang secara optimal.


Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menilai bahwa secara individu generasi muda Indonesia sejatinya telah memiliki kapasitas adaptif dan kreativitas yang memadai. Meski demikian, kesiapan ekosistem digital nasional masih menghadapi berbagai tantangan serius.


“Generasi muda kita sebenarnya sudah memiliki modal dasar berupa kemampuan adaptasi dan kreativitas dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat. Namun, ekosistem yang belum sepenuhnya siap justru memunculkan berbagai tantangan yang harus segera diatasi,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis, dikutip dari Detik.com Senin (19/1/2026).


Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2023–2024, penetrasi internet nasional telah mencapai 79,5 persen. Bahkan, untuk kelompok usia 13–18 tahun di wilayah perkotaan, angka penetrasi internet hampir menyentuh 100 persen.


Namun, tingginya akses internet belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas pemanfaatannya. Survei Literasi Digital Indonesia 2023 mencatat indeks literasi digital nasional berada di angka 3,84 dari skala 5, yang masih tergolong kategori sedang. Dua aspek yang dinilai paling lemah adalah keamanan digital dan kecakapan digital, masing-masing berada di angka 3,52 dan 3,44.


Menurut Lestari, kondisi tersebut harus segera direspons melalui langkah konkret dengan mempersiapkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi penerus bangsa.


Rerie, sapaan akrab Lestari, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga industri teknologi, untuk memperkuat fondasi ekosistem digital nasional.


Anggota Komisi X DPR RI itu juga menyoroti perlunya pemerataan infrastruktur digital, penyempurnaan kurikulum pendidikan, penguatan keamanan siber, serta penanaman etika digital sebagai bekal utama generasi muda dalam menyikapi perkembangan teknologi.


Ia berharap, dengan kesiapan ekosistem yang matang, generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna dan konsumen teknologi, tetapi mampu tampil sebagai pencipta, inovator, dan pengendali teknologi di masa depan.

Share This Article