BANGKALAN,NOLESKABAR.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMA Al Ihsani Labang, Helmi Abdul Hafid. Meski baru sekitar satu minggu menjalani latihan paralayang, Helmi mampu meraih juara III nomor Ketepatan Mendarat Paralayang dalam ajang Bupati Cup 2026 Liga Jatim Seri 2 Kabupaten Madiun.
Kompetisi tersebut berlangsung di Klangon, Kabupaten Madiun, pada 14-16 Agustus 2026. Helmi menjadi salah satu dari 12 siswa yang diutus Pengkab Paralayang Bangkalan untuk mengikuti kejuaraan tersebut.
Menariknya, ke-12 siswa itu bukan atlet yang sudah lama berkecimpung di dunia paralayang. Mereka masih dalam tahap awal latihan. Namun, berdasarkan rekomendasi para instruktur, mereka dinilai memiliki potensi dan layak mendapatkan pengalaman bertanding di level Jawa Timur.
Dari kesempatan tersebut, Helmi justru mampu mencuri perhatian dengan finis di posisi ketiga.
Ketua Pengurus Kabupaten Paralayang Bangkalan, Mathur Husairi mengatakan, capaian Helmi patut diapresiasi karena diraih dengan waktu latihan yang sangat singkat. Namun, ia meminta prestasi tersebut jangan sampai membuat atlet muda cepat berpuas diri.
“Alhamdulillah, ini luar biasa. Baru seminggu latihan sudah bisa juara tiga di tingkat Jawa Timur. Tetapi saya justru ingin anak-anak ini jangan cepat puas. Juara tiga itu bukan tujuan akhir, justru ini baru awal,” kata Mathur.
Menurut Mathur, hasil yang diraih Helmi menunjukkan bahwa potensi atlet muda Bangkalan sebenarnya cukup besar. Persoalannya tinggal bagaimana potensi tersebut diasah melalui latihan yang serius, disiplin, dan berkelanjutan.
“Kalau baru seminggu latihan saja sudah bisa masuk tiga besar, bayangkan kalau mereka latihan dengan benar selama berbulan-bulan. Jangan sampai kita punya bibit bagus, tetapi karena malas latihan akhirnya hilang begitu saja,” tegasnya.
Ia juga memberikan pesan cukup keras kepada para atlet muda yang telah diberi kesempatan tampil di ajang tersebut. Menurutnya, membawa nama Bangkalan bukan sekadar datang ke arena pertandingan, tetapi harus dibarengi dengan kemauan untuk berproses.
“Saya tidak mau anak-anak ini hanya bangga karena pernah ikut Liga Jatim. Kalau mau jadi atlet, ya harus punya mental atlet. Latihan jangan kalau ada pertandingan saja. Kalau mau prestasi lebih tinggi, ya harus mau capek, mau disiplin, dan mau ditempa,” ujarnya.
Mathur menilai, pengalaman bertanding di Kabupaten Madiun menjadi pelajaran penting bagi 12 siswa yang dikirim Bangkalan. Mereka bisa melihat langsung bagaimana atmosfer pertandingan, menghadapi tekanan, sekaligus mengukur kemampuan mereka dibandingkan atlet dari daerah lain.
“Jangan takut kalah. Yang harus ditakuti itu kalau tidak mau belajar dari kekalahan. Sekarang mungkin baru juara tiga, besok harus berpikir bagaimana bisa juara satu. Kalau mentalnya sudah merasa cukup dengan juara tiga, ya berhenti sampai di situ,” ucapnya.
Ia berharap keberhasilan Helmi menjadi pemantik bagi atlet-atlet muda lainnya agar semakin serius berlatih. Menurutnya, prestasi tidak bisa dibangun hanya dalam satu atau dua pertandingan, melainkan melalui proses panjang.
“Ini pemecut buat semuanya. Jangan sampai Helmi baru latihan seminggu bisa juara tiga, kemudian yang lain yang sudah lebih lama latihan malah kalah semangat. Justru harus menjadi tantangan. Siapa yang paling serius, paling disiplin, dan paling mau belajar, itu yang akan kita dorong,” pungkas Mathur.
Penulis: Syah
