SPPG Gili Timur Buka Akses Pengecekan, Bantah Keluhan Bau dari Dapur

3 Min Read
SPPG Gili Timur Buka Akses Pengecekan, Bantah Keluhan Bau dari Dapur (Ilustrasi)

BANGKALAN,NOLESKABAR.COM– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gili Timur, Yayasan Laili Izzatul Faqoh, memastikan operasional dapur pelayanan gizi di Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, berjalan dengan mengacu pada standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepastian itu disampaikan pemilik SPPG Gili Timur, H Subaidi, menyusul munculnya pemberitaan mengenai dugaan keluhan warga terkait bau tak sedap yang disebut berasal dari dapur tersebut.

Subaidi membantah jika bau yang dikeluhkan warga disebut berasal dari SPPG miliknya. Ia bahkan mempersilakan pihak terkait maupun masyarakat melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Kalau memang ada bau tak sedap, kami ingin tahu tempatnya di mana dan sumbernya dari mana. Silakan dicek langsung ke lokasi,” ujar Subaidi. Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut dia, sejak awal pembangunan hingga operasional, SPPG Gili Timur telah dirancang dengan memperhatikan standar kebersihan, keamanan pangan dan pengelolaan limbah.

Salah satu fasilitas yang disiapkan yakni Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terintegrasi dengan grease trap. Sistem tersebut digunakan untuk menangani limbah cair dari aktivitas dapur, termasuk sisa minyak dan lemak.

“Semua standar BGN sudah kami penuhi 100 persen, mulai dari sistem alur kerja dapur, penggunaan bahan food grade, hingga IPAL yang terintegrasi dengan grease trap. Air limbah dapur diproses terlebih dahulu sehingga keluar dalam kondisi jernih dan tidak berbau,” jelasnya.

Subaidi menegaskan, pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas dapur agar tidak mengganggu lingkungan sekitar. Karena itu, pihaknya mengaku rutin memperhatikan kebersihan area dapur maupun lingkungan di sekitarnya.

Pernyataan tersebut juga diperkuat Alvin Kurniasih, warga yang tinggal di sekitar SPPG Gili Timur. Ia mengaku selama ini tidak merasakan adanya bau menyengat yang berasal dari dapur tersebut.

“Sepengetahuan saya dan warga sekitar, tidak ada bau tak sedap yang berasal dari dapur SPPG. Lingkungan di sini tetap bersih dan aman. Kami justru merasa tidak terganggu dengan keberadaan operasional dapur tersebut,” kata Alvin.

Selain persoalan lingkungan, Alvin menyebut keberadaan SPPG juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Sejumlah warga lokal disebut mendapat kesempatan bekerja dalam kegiatan operasional dapur.

“Warga sekitar justru merasa sangat terbantu. Banyak tetangga dan warga lokal yang ikut dipekerjakan di dapur milik H Subaidi. Keberadaannya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sini,” ujarnya.

Subaidi kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup diri terhadap kritik maupun pengecekan dari instansi berwenang. Ia justru meminta setiap informasi mengenai kondisi SPPG diklarifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

“Kami terbuka. Silakan warga atau instansi terkait datang dan melihat langsung kondisi SPPG. Kami menjaga kebersihan dapur dan lingkungan sekitar agar tetap bersih, sehat dan asri,” tegasnya.

Ia berharap keberadaan SPPG Gili Timur dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui pelayanan pemenuhan gizi maupun keterlibatan warga lokal dalam kegiatan operasional.

“Intinya, kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi komitmen kami. Kami ingin mewujudkan dapur yang bersih dan sehat serta lingkungan sekitar tetap asri,” pungkasnya.

Penulis: Syah

Share This Article