PKKMB 2026 UTM Tak Sekadar Kenalkan Kampus, Nilai Perjuangan Raden Trunojoyo Jadi Bekal Mahasiswa Baru

4 Min Read
PKKMB 2026 UTM Tak Sekadar Kenalkan Kampus, Nilai Perjuangan Raden Trunojoyo Jadi Bekal Mahasiswa Baru (Ilustrasi)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Tahun Akademik 2026/2027.

Selain menjadi pintu masuk bagi 4.214 mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan, PKKMB tahun ini juga menjadi momentum UTM memperkenalkan nilai-nilai perjuangan Raden Trunojoyo kepada generasi muda.

Mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Tak hanya dari dalam negeri, terdapat pula 11 mahasiswa asing yang berasal dari sembilan negara.

Rangkaian PKKMB berlangsung selama enam hari. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga tahapan, yakni dua hari di tingkat universitas, dua hari di tingkat fakultas, serta dua hari berikutnya di tingkat program studi.

Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak mengenal sistem perkuliahan, fasilitas, organisasi, hingga berbagai aktivitas di lingkungan UTM. Lebih dari itu, mereka mulai dikenalkan dengan nilai dan karakter yang ingin dibangun selama menempuh pendidikan di kampus yang membawa nama Raden Trunojoyo tersebut.

Rektor UTM, Dr. Syafi’, mengatakan PKKMB menjadi tahapan penting untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.

“Karena namanya Program Pengenalan Kehidupan Kampus, maka seluruh hal yang dimiliki kampus kami kenalkan kepada mahasiswa baru,” ujarnya, Senin (1/8/2026).

Menurutnya, proses pendidikan di perguruan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik. Mahasiswa juga perlu dibekali karakter, kemandirian, mental yang kuat, serta kemampuan memimpin.

“Lulusan yang kami harapkan tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi juga tangguh secara mental, mandiri dalam kepribadian, serta memiliki kemampuan leadership,” katanya.

Raden Trunojoyo Jadi Inspirasi Karakter Mahasiswa

Hal baru yang dihadirkan UTM dalam PKKMB 2026 adalah pengenalan khusus terhadap sosok Raden Trunojoyo.

Tokoh yang namanya menjadi identitas UTM tersebut dikenalkan bukan sekadar sebagai bagian dari sejarah Madura. Mahasiswa diajak memahami perjalanan perjuangan, keberanian, kepemimpinan, serta nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan akademik maupun bermasyarakat.

“Nah, mulai tahun ini kami mengenalkan sosok Raden Trunojoyo, termasuk prinsip dan nilai-nilai yang patut kita teladani. Nilai-nilai itu kami internalisasikan agar kita bisa menjadi sosok sehebat dan setangguh Trunojoyo,” ungkapnya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UTM memperkuat identitas kampus. Nama Trunojoyo tidak berhenti sebagai simbol yang melekat pada almamater, tetapi diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa dalam membangun karakter dan kepemimpinan.

Upaya mengenalkan sosok Raden Trunojoyo juga berjalan beriringan dengan rencana UTM mendorong pengusulannya sebagai Pahlawan Nasional.

Untuk mendukung rencana tersebut, UTM tengah menyiapkan berbagai bahan akademik dan kesejarahan. Kajian ilmiah, dokumen sejarah, hingga penerbitan buku mengenai perjalanan hidup Raden Trunojoyo dipersiapkan sebagai bagian dari bahan pendukung usulan.

“Insyaallah tahun depan kita usulkan Trunojoyo menjadi Pahlawan Nasional,” tegas Syafi’.

Dengan demikian, PKKMB 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru. UTM menjadikannya sebagai ruang awal untuk memperkenalkan budaya akademik sekaligus menanamkan nilai perjuangan dan kepemimpinan kepada ribuan generasi baru yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Harapannya, mahasiswa yang memulai perjalanan akademiknya di UTM tidak hanya pulang membawa gelar, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter, mandiri, tangguh, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Penulis: Syah

Share This Article