Libur Lebaran, Wisata Bandung Hasilkan Rp31,6 Miliar

2 Min Read
Libur Lebaran, Wisata Bandung Hasilkan Rp31,6 Miliar (Ilustrasi)

BANDUNG,NOLESKABAR.COMLibur Lebaran 2026 benar-benar jadi “panen raya” bagi sektor pariwisata Kabupaten Bandung. Dalam waktu singkat, perputaran uang dari aktivitas wisata melonjak hingga Rp31,6 miliar.

Gelombang wisatawan yang mencapai 146.564 orang membanjiri berbagai destinasi unggulan. Dari setiap kunjungan, rata-rata wisatawan menghabiskan sekitar Rp215 ribu untuk kuliner, oleh-oleh, hingga kebutuhan rekreasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung, Wawan A. Ridwan, menegaskan angka tersebut hanya dari belanja langsung wisatawan.

“Perputaran uang hampir Rp31,650 miliar, ini dihitung dari rata-rata belanja wisatawan sekitar Rp215 ribu per orang,” ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat (3/4/2026).

Potensi Lebih Besar dari yang Tercatat

Angka fantastis itu belum mencakup pengeluaran besar seperti hotel dan tiket masuk wisata. Artinya, nilai riil perputaran ekonomi bisa jauh lebih tinggi dari data yang ada.

“Belanja ini belum termasuk biaya penginapan dan tiket masuk objek wisata, sehingga potensi sebenarnya bisa lebih besar,” katanya.

Hotel dan Glamping Ikut ‘Kebanjiran’ Tamu

Tak hanya tempat wisata, sektor akomodasi juga ikut terdongkrak. Tingkat hunian hotel, glamping, hingga resort di kawasan wisata melonjak tajam hingga 30–40 persen.

Kawasan seperti Ciwidey dan sekitarnya menjadi magnet utama, dipadati wisatawan yang ingin menikmati suasana alam selama libur panjang.

Banyak Datang, Tapi Cepat Pulang

Di balik tingginya angka kunjungan, ada catatan penting. Rata-rata wisatawan hanya tinggal sekitar 1,5 hari—masih tertinggal dibanding Kota Bandung yang bisa mencapai 2 hingga 3 hari.

Ini menjadi sinyal bahwa daya tarik destinasi perlu diperkuat agar wisatawan betah lebih lama.

Strategi Baru Genjot Lama Tinggal

Pemerintah Kabupaten Bandung tak ingin kehilangan momentum. Peningkatan kualitas destinasi, layanan wisata, hingga promosi terus disiapkan untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang.

Editor: Adi

Share This Article