BOGOR,NOLESKABAR.COM– Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung retret Kabinet Merah Putih yang diikuti seluruh menteri, wakil menteri, kepala dan wakil kepala badan, serta pimpinan lembaga tinggi negara di Bogor, Selasa (6/1/2025). Retret dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan menjadi agenda pembekalan sekaligus evaluasi awal tahun pemerintahan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden membuka retret dengan pemutaran sejumlah video capaian program prioritas pemerintah. Salah satu yang disoroti adalah pembangunan jembatan gantung untuk membuka akses pendidikan, terutama bagi anak-anak di daerah terpencil.
“Dalam satu bulan terakhir, 11 jembatan gantung sudah selesai dibangun dan 50 lainnya masih dalam proses,” ujar Prasetyo.
Ia menambahkan, kebutuhan yang sangat mendesak masih mencapai sekitar 6.900 jembatan yang akan dikejar penyelesaiannya hingga 2026.
Selain infrastruktur, Presiden juga mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini saat ini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Prasetyo menyebut, hingga kini telah terbangun sekitar 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 35.000 SPPG pada 2026 untuk melayani sekitar 82,9 juta penerima manfaat.
Program cek kesehatan gratis juga menjadi perhatian Presiden. Pemerintah menargetkan program ini menjangkau sekitar 70 juta warga negara dalam satu tahun pada 2025.
Menurut Prasetyo, retret kabinet dimaknai sebagai pembekalan langsung dari Presiden kepada seluruh jajaran pemerintahan. Presiden melakukan evaluasi menyeluruh atas program prioritas dan meminta para menteri menyampaikan langsung kendala pelaksanaan di lapangan.
“Presiden ingin meneguhkan kembali tekad Kabinet Merah Putih untuk bekerja sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan masyarakat,” katanya.
Dalam forum tersebut, berbagai hambatan pelaksanaan program dipaparkan langsung oleh para menteri dan segera dibahas solusi penyelesaiannya bersama Presiden.
Penulis: Syah
Editor; Sultoni
