SPPG Arok Bangkalan Diluncurkan, MBG Gratis Dukung Gizi Anak dan Ekonomi Lokal

3 Min Read
SPPG Arok Bangkalan Diluncurkan, MBG Gratis Dukung Gizi Anak dan Ekonomi Lokal (Ilustrasi)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Yayasan Laili Izzatul Faiqoh resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Arok, Desa Arok, Kecamatan Burneh.

Program ini menyasar anak-anak sekolah dan masyarakat lokal, seperti ibu hamil dan menyusui. Tak hanya itu, dalam Program MBG ini, SPPG Arok juga konsen terhadap memberdayakan warga desa Arok.

Pihak Yayasan Laili Izzatul Faiqoh, H. Subaidi, menjelaskan bahwa kehadiran SPPG bertujuan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat.

“Alhamdulillah di Arok ini saya baru launching. Tujuannya satu agar ada SPPG, dan kedua agar masyarakat Arok bisa membantu perekonomian rakyat Arok,” ujar H. Subaidi. Jumat, 30 Januari 2026 usia launching program SPPG Arok.

Menurut H. Subaidi, saat ini penerima manfaat program mencapai sekitar 1.500 orang, yang terdiri dari siswa sekolah setempat dan warga desa yang membutuhkan.

“Walaupun jumlahnya masih seribu lima ratusan, kita tetap jalan dan menyiapkan semua kebutuhan mereka sambil terus membagikan informasi terkait program ini,” jelasnya.

Terkait bahan baku makanan, H. Subaidi menegaskan pihaknya meperioritaskan hasil UMKM lokal, termasuk beras dan kacang panjang, bersumber dari masyarakat lokal.

“Sasarannya tetap masyarakat setempat. Kacang panjang, beras yang sangat bagus, semua disediakan untuk anak didik kita,” kata H. Subaidi.

Selain itu, seluruh relawan dan karyawan SPPG Arok merupakan warga desa setempat, untuk memastikan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Tiga puluh relawan atau karyawan di Arok semua warga sini. Dengan begitu, program ini membantu masyarakat Arok sekaligus memberi pekerjaan bagi mereka,” tambahnya.

Kepala Dapur SPPG Arok, Irfan T. Putra, menambahkan, cakupan program saat ini meliputi 16 sekolah dan tiga desa, yakni Desa Arok, Perreng, dan Pangolangan. Total penerima manfaat tercatat 1.543 orang, dan pihak yayasan akan terus memperluas cakupan ke sekolah atau desa yang belum terjangkau.

“Untuk total jumlah penerima itu 1.543. Nanti kita akan menambah sekolah yang belum tercover,” jelas Irfan.

Program MBG dapur SPPG Arok diharapkan tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi anak-anak, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan seluruh warga desa dalam operasional harian.

“Dengan melibatkan warga setempat, kita pastikan setiap aktivitas SPPG juga mendukung ekonomi lokal dan keberlanjutan program,” pungkas H. Subaidi.

Share This Article