BANGKALAN, NOLESKABAR.COM – Terduga pelaku pencabulan terhadap santri di Pondok Pesantren Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, berinisial S, dilaporkan ikut menghilang setelah namanya dilaporkan keluarga korban ke Polda Jawa Timur.
S merupakan adik dari UF, tersangka utama yang telah lebih dulu ditangkap. Keduanya diketahui merupakan anak pengasuh pondok pesantren tersebut dan turut membantu kegiatan mengajar mengaji para santri.
Juru bicara Ponpes Nurul Karomah, Muhammad Iwan Sanusi, membenarkan bahwa hingga kini pihak pesantren tidak mengetahui keberadaan S.
“Kami juga tidak tahu ada di mana. Pihak pesantren tetap kooperatif dan ikut melakukan pencarian serta melapor ke kepolisian setempat,” ujar Iwan, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, pihak pesantren telah berupaya mencari S, namun tidak menemukan hasil. Namun demikian, pihak pesantren tidak dapat memastikan sejak kapan S meninggalkan lingkungan pondok.
Sementara itu, hilangnya S terjadi beriringan dengan menghilangnya korban, yang hingga kini juga belum ditemukan sejak Rabu (7/1/2026) dini hari. Kondisi ini membuat proses penyelidikan kasus pencabulan tersebut semakin kompleks.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, menyatakan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap korban, namun belum memberikan keterangan detail terkait langkah penelusuran terhadap keberadaan S.
“Masih belum ditemukan,” katanya singkat.
Diketahui, nama S muncul dalam proses penyidikan setelah ditemukan fakta bahwa korban tidak hanya menjadi korban pencabulan oleh UF, tetapi juga oleh S. Fakta tersebut membuat keluarga korban melaporkan S ke Polda Jawa Timur dalam berkas terpisah.
Tak lama setelah laporan tersebut masuk, S dilaporkan tidak lagi berada di lingkungan pesantren dan hingga kini keberadaannya belum diketahui.
