Viral! Sekolah Dasar di Bangkalan Nyaris Roboh, Plafon Kelas SDN Tlagah 02 Galis Ambruk

2 Min Read
Viral! Sekolah Dasar di Bangkalan Nyaris Roboh, Plafon Kelas SDN Tlagah 02 Galis Ambruk (Ilustrasi)

BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Video plafon ruang kelas ambruk di Kabupaten Bangkalan viral di media sosial pada Senin (12/1/2026). Tragedi itu diketahui terjadi di SDN Tlagah 02, Kecamatan Galis.

Dalam rekaman yang beredar, tampak puing plafon berserakan di lantai kelas, memunculkan kekhawatiran publik terhadap keselamatan siswa.

Kepala SDN Tlagah 02, Fatmawati, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menuturkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB, beberapa saat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Plafonnya ambruk pagi tadi, sebelum anak-anak masuk kelas,” ujar Fatmawati kepada NOLESKABAR.COM. Senin, 12 Januari 2026.

Begitu mengetahui plafon runtuh, Fatmawati langsung mengambil keputusan cepat. Seluruh siswa diminta keluar dari area bangunan, mengingat kondisi plafon di ruang lain juga terlihat rapuh dan dikhawatirkan menyusul roboh.

“Saya takut ada susulan. Jadi anak-anak langsung saya keluarkan semua,” katanya.

Fatmawati mengatakan plafon yang ambruk berada di ruang kelas 6. Namun kerusakan tidak hanya disitu saja. Menurut Fatmawati, sejumlah ruang kelas lain juga sudah tidak layak digunakan. Retakan terlihat di hampir seluruh dinding, sementara plafon di beberapa ruang tampak menggantung dan rawan runtuh.

“Bukan hanya satu kelas. Kelas lain juga kondisinya mengkhawatirkan,” ujarnya.

Atas pertimbangan keselamatan, Koordinator Wilayah Pendidikan kata Fatmawati juga melarang penggunaan ruang-ruang tersebut. Akibatnya, proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan, dengan memanfaatkan ruang yang masih memungkinkan.

Fatmawati mengatakan jumlah siswa SDN Tlagah 02 sebanyak 248 siswa. sebagian siswa akan belajar di luar sekolah, termasuk memanfaatkan area di depan rumah kepala sekolah.

“Kami sesuaikan dulu, yang penting anak-anak aman,” ucap Fatmawati.

Ia menambahkan, kondisi bangunan SDN Tlagah 02 sudah lama memprihatinkan dan telah berulang kali diajukan untuk diperbaiki. Namun hingga kini, belum ada penanganan menyeluruh.

“Harapan kami sederhana, sekolah ini segera diperbaiki. Jangan sampai menunggu ada korban dulu,” pungkasnya.

Penulis: Syah

Share This Article