BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Polres Bangkalan menyiapkan pengamanan maksimal menjelang arus mudik Lebaran 2026. Sebanyak 320 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan tenaga medis akan disiagakan untuk menjaga kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Personel tersebut diterjunkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang difokuskan pada pengamanan jalur mudik serta pusat aktivitas masyarakat di Kabupaten Bangkalan.
Kapolres Bangkalan Wibowo menegaskan pihaknya telah menyiapkan enam pos pengamanan dan pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
Lima pos didirikan sebagai Pos Pengamanan (Pos PAM) dan satu pos sebagai Pos Pelayanan (Pos Yan) yang akan menjadi pusat pelayanan bagi para pemudik.
Selain itu, Polres Bangkalan juga menyediakan rest area di halaman kantor Satpas SIM Polres Bangkalan. Fasilitas ini disiapkan agar pemudik yang melintas bisa beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
“Personel kami sebar di titik strategis sesuai pergerakan masyarakat, baik yang mudik, berwisata, maupun aktivitas menjelang berbuka puasa,” ujar Wibowo usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat.
Ia memastikan pemudik yang melintas di wilayah Bangkalan akan mendapatkan pengamanan serta pelayanan dari petugas selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
Kabupaten Bangkalan menjadi jalur penting menuju Pulau Madura. Setiap tahun ribuan kendaraan melintas dari berbagai daerah menuju wilayah tersebut saat musim mudik.
Meski diperkirakan jumlah pemudik tahun ini sedikit menurun, kepolisian tetap menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kepadatan lalu lintas.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Polres Bangkalan juga menyiapkan tim urai kemacetan yang akan bergerak cepat ketika terjadi penumpukan kendaraan di jalur rawan macet.
Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan serta tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Enam pos pengamanan dan pelayanan tersebut tersebar di Kecamatan Bangkalan, Kamal, Burneh, Tanjung Bumi, Blega, dan Tanah Merah yang menjadi titik utama pergerakan pemudik di wilayah Bangkalan.
Penulis: Syah
