SRAGEN, NOLESKABAR.COM – Aksi tak biasa dilakukan Kepala Desa (Kades) Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seorang kades bernama Narso nekat mandi lumpur di tengah jalan rusak sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Video aksinya pun viral di media sosial dan menuai beragam reaksi publik.
Dalam video yang beredar, Narso tampak mengenakan seragam dinas lengkap dengan topi. Ia berdiri di kubangan jalan berlumpur, lalu menyiramkan air keruh ke sekujur tubuhnya. Aksi tersebut bukan tanpa alasan.
Narso menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada pagi hari saat ia hendak berangkat kerja. Ia terpeleset di ruas jalan utama Mlale–Ngepringan, tepatnya di jalur selatan desa, saat hendak mencari sarapan.
“Video itu kejadian pagi tadi. Saya lewat jalan selatan, mau cari sarapan, lalu terpeleset. Bukan cuma saya, sudah banyak warga yang jatuh di situ,” ujar Narso.
Menurut Narso, kondisi jalan tersebut sudah rusak parah sejak 2019. Ia menyebutkan, Pemkab Sragen sempat merencanakan perbaikan pada 2025, namun hingga kini realisasinya belum juga terlihat.
Aksi mandi lumpur itu, kata Narso, merupakan bentuk keprihatinan sekaligus protes agar pemerintah daerah lebih peka terhadap kondisi infrastruktur yang membahayakan warga.
“Ini jalan utama, aktivitas warga padat. Tapi sudah bertahun-tahun rusak dan banyak yang jadi korban,” tegasnya.
Viralnya video tersebut akhirnya menarik perhatian Pemkab Sragen. Narso mengungkapkan, sejumlah pihak dari pemerintah daerah mulai mendatangi lokasi dan berkumpul di balai desa.
“Sudah ada yang datang. Kelihatannya semua merapat ke balai desa. Semoga segera ada tindak lanjut,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyono, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi jalan rusak tersebut. Ia menjelaskan, tertundanya perbaikan disebabkan oleh kebijakan refocusing anggaran.
Pemerintah daerah pun kini menjadi sorotan publik, seiring harapan warga agar perbaikan jalan segera direalisasikan dan tak lagi memakan korban.
