BANDUNG, NOLESKABAR.COM – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan akan mengaktifkan kembali status BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) khusus bagi pasien cuci darah. Kebijakan ini diambil setelah penonaktifan kepesertaan PBI berdampak pada terganggunya layanan kesehatan bagi ribuan pasien di berbagai daerah.
Sedikitnya sekitar 11 juta peserta PBI program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebelumnya dinonaktifkan. Kebijakan tersebut menyebabkan lebih dari 100 pasien cuci darah kehilangan akses layanan rutin yang selama ini mereka terima melalui BPJS Kesehatan.
Penonaktifan kepesertaan PBI tersebut menuai keluhan karena dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Banyak pasien mengaku terkejut saat datang ke rumah sakit dan mendapati kartu BPJS mereka tidak lagi aktif, sehingga pelayanan medis terhambat bahkan terhenti.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menjelaskan bahwa Kemensos saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan untuk mempercepat proses reaktivasi. “Ini saya sampaikan khusus untuk pasien cuci darah. Kita akan segera melakukan reaktivasi kembali. Kita sedang berkoordinasi dengan Kemenkes dan BPJS,” ujar Agus saat ditemui di Bandung Barat, Jumat (5/2/2026).
Agus juga menegaskan bahwa rumah sakit di seluruh Indonesia tidak boleh menolak pasien cuci darah yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia meminta pihak rumah sakit tetap melayani pasien meski status BPJS mereka masih dalam proses pengaktifan kembali.
“Saya minta pihak rumah sakit tidak boleh menolak pasien cuci darah, karena yang kemarin diblokir itu akan segera direaktivasi kembali,” kata Agus. Menurutnya, pasien yang sudah masuk rumah sakit cukup diberi tanda agar proses reaktivasi dapat dipercepat.
Lebih lanjut, Agus memastikan bahwa BPJS Kesehatan telah diminta untuk memprioritaskan pengaktifan kembali peserta PBI khusus pasien cuci darah secara nasional. “Kalau mereka sudah masuk, segera akan kita reaktivasi. Kita sudah minta kepada BPJS supaya pasien-pasien ini bisa diproses secepatnya,” tandasnya.
