Prabowo Sebut Kelompok Garong Menghalangi Pemberantasan Korupsi, Benarkah?

2 Min Read
Prabowo Sebut Kelompok Garong Menghalangi Pemberantasan Korupsi, Benarkah? (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab seluruh bangsa, bukan hanya pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

“Setiap kali saya mau berantas korupsi, selalu ada kelompok garong yang menyerang balik. Mereka pakai kerusuhan untuk mengalihkan perhatian publik,” ujarnya.

Menurut Prabowo, pola ini bukan baru. Kelompok tertentu sengaja memanfaatkan kerusuhan sebagai cara melemahkan pemerintah dan membingungkan masyarakat.

“Kalau kita mundur karena takut kerusuhan, berarti kita kalah sebelum bertarung,” tegasnya.

Presiden menekankan, pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa kompromi. Hukum harus dijalankan, kerusuhan tidak boleh mengaburkan fakta dan peran masyarakat juga krusial.

“Jika rakyat diam, kelompok garong akan semakin berani. Partisipasi publik adalah kunci keberhasilan kita,” tambahnya.

Acara di Masjid Istiqlal dihadiri tokoh agama, pengurus MUI baru, dan masyarakat luas. Munajat bersama menjadi simbol persatuan bangsa dalam menghadapi ancaman korupsi dan kerusuhan.

Aparat keamanan siap menghadapi gangguan; namun proses hukum tetap harus berjalan transparan dan tegas. Presiden menegaskan, keberanian dan disiplin aparat penting untuk menegakkan hukum.

Presiden menambahkan, sistem yang transparan akan menahan siapa pun yang mencoba memanfaatkan kerusuhan untuk melemahkan penegakan hukum.

“Keadilan harus berjalan tanpa kompromi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, korupsi bukan masalah pemerintah saja; ini ancaman seluruh bangsa. “Korupsi adalah musuh rakyat; musuh bersama kita semua,” ujarnya.

Presiden mengajak generasi muda dan tokoh masyarakat untuk aktif mengawasi jalannya pemerintahan. Kesadaran publik akan membuat kelompok yang ingin kerusuhan kehilangan panggung.

Acara ditutup dengan munajat bersama; simbol persatuan dan doa bagi keselamatan bangsa. Presiden menegaskan, persatuan dalam menghadapi korupsi dan kerusuhan adalah modal utama membangun Indonesia yang adil dan bersih.

“Setiap langkah harus berani dan disiplin. Kita lawan korupsi; kita lawan kerusuhan; bersama seluruh rakyat Indonesia,” tutup Presiden Prabowo

Penulis; Arini

Share This Article