JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Sebelas warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Gaza pada Minggu pagi, menurut laporan Badan Pertahanan Sipil dan Kementerian Kesehatan Palestina.
Laporan BBC, Minggu (15/2), Bulan Sabit Merah Palestina mencatat, enam orang tewas di perkemahan tenda Gaza utara, sementara lima lainnya meninggal di wilayah selatan. Sementara itu, rumah sakit Al-Shifa melaporkan satu korban tambahan tewas dalam baku tembak terpisah.
Pasukan Pertahanan Israel menyatakan, serangan itu menargetkan militan Hamas yang dianggap melanggar gencatan senjata, termasuk mereka yang keluar dari terowongan menuju wilayah Israel. Sejak perjanjian gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, baik Israel maupun Hamas hampir setiap hari saling menuduh pelanggaran.
Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas melaporkan, setidaknya 600 orang telah meninggal sejak gencatan senjata mulai berlaku. Awal Februari, serangkaian serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 32 orang di Gaza.
Persiapan Fase Kedua Gencatan Senjata
Serangan terbaru ini muncul saat persiapan fase kedua gencatan senjata tengah berlangsung, difasilitasi oleh Dewan Perdamaian internasional yang dibentuk AS. Dewan ini akan menempatkan pasukan internasional untuk mengamankan perbatasan Gaza, mengawasi pelucutan senjata Hamas, serta membentuk pemerintahan teknokrat baru di wilayah itu.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menjanjikan $5 miliar untuk rekonstruksi Palestina dan menekankan agar Hamas segera melucuti senjata, meski Hamas bersikeras hanya akan melakukannya setelah terbentuknya negara Palestina. Indonesia, anggota Dewan Perdamaian, diumumkan akan mengerahkan 8.000 tentara untuk membantu fase kedua perjanjian gencatan senjata.
Latar Belakang Konflik
Perang ini bermula dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. Israel membalas dengan operasi militer di Gaza, menewaskan lebih dari 71.820 orang menurut data kementerian kesehatan wilayah tersebut.
Ketegangan regional makin kompleks dengan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington pekan lalu, membahas program nuklir Iran dengan Presiden Trump, meski belum ada kesepakatan pasti.
Konflik yang terus berlanjut ini menegaskan bahwa gencatan senjata di Gaza masih rapuh, dan setiap serangan menambah tekanan pada proses perdamaian yang sedang digarap dunia internasional.
Editor: Arini
