Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran Cideng, Enam Rumah Ludes Saat Warga Masih Terlelap

3 Min Read
Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran Cideng, Enam Rumah Ludes Saat Warga Masih Terlelap (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM– Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026) dini hari. Seorang lansia berusia 80 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah kobaran api melahap enam rumah warga.

Peristiwa yang terjadi saat sebagian warga masih terlelap itu pertama kali dilaporkan sekitar pukul 04.48 WIB. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya yang berdempetan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Tjhin Bun Siak (80). Ia menjadi satu-satunya korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi di Jalan Citarum Nomor 49, RT 17/RW 01, Kelurahan Cideng tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat membenarkan adanya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

“Satu orang meninggal dunia akibat kebakaran tersebut,” kata Marulitua.

Tak hanya menelan korban jiwa, kebakaran juga menyebabkan lima warga lainnya mengalami luka-luka. Mereka mendapat penanganan setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Besarnya kobaran api membuat suasana permukiman berubah mencekam. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri sembari berusaha mengamankan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi harus berpacu dengan waktu agar api tidak semakin meluas. Namun upaya pemadaman sempat terkendala kondisi lingkungan yang padat penduduk.

Akses jalan menuju titik kebakaran yang sempit membuat petugas kesulitan menjangkau pusat api. Kondisi tersebut memperumit proses pemadaman di tengah cepatnya penyebaran kobaran.

Meski menghadapi berbagai kendala, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api setelah berjibaku hampir dua jam. Kobaran baru dapat dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 06.45 WIB.

Data Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat mencatat sedikitnya enam rumah hangus dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan terhadap dampak dan kerugian yang ditimbulkan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Aparat terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber api yang memicu kebakaran maut tersebut.

Tragedi di Cideng kembali menjadi alarm bagi kawasan permukiman padat perkotaan. Selain tingginya risiko kebakaran, keterbatasan akses jalan kerap menjadi hambatan serius saat proses penyelamatan dan pemadaman berlangsung.

Peristiwa ini menyisakan duka bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi kapan saja.

Share This Article