AS Lumpuh Dihantam Badai, Listrik Padam Massal dan Ribuan Penerbangan Batal

2 Min Read
AS Lumpuh Dihantam Badai, Listrik Padam Massal dan Ribuan Penerbangan Batal (Ilustrasi)

JAKARTA,NOLESKABAR.COM– Amerika Serikat dibuat tak berkutik oleh badai musim dingin ekstrem yang menghantam wilayah timur secara brutal. Negeri adidaya itu kini menghadapi pemadaman listrik massal, kekacauan transportasi udara, dan status darurat di banyak negara bagian.

Dilansir dari CNBK Indoneaia, Lebih dari 160.000 pelanggan listrik terpaksa hidup tanpa aliran listrik. Dalam waktu bersamaan, ribuan penerbangan dibatalkan, membuat bandara penuh penumpang terlantar dan jadwal perjalanan berantakan.

Menurut data FlightAware, lebih dari 4.000 penerbangan dibatalkan pada Sabtu, sementara lebih dari 9.400 penerbangan Minggu terdampak cuaca ekstrem. Maskapai besar seperti Delta, JetBlue, dan United Airlines terpaksa memangkas jadwal secara besar-besaran.

Badai ini membawa kombinasi mematikan: salju tebal, hujan es, hujan beku, dan suhu ekstrem, yang menyapu hampir dua pertiga wilayah timur AS. Layanan Cuaca Nasional AS memperingatkan potensi lapisan es tebal yang bisa melumpuhkan jalan, bandara, hingga jaringan listrik.

Presiden AS Donald Trump menyebut badai ini sebagai peristiwa “bersejarah” dan telah menetapkan status darurat federal di 12 negara bagian, termasuk Carolina Selatan, Georgia, Tennessee, dan Virginia Barat.

Tak berhenti di situ, 17 negara bagian dan Distrik Columbia kini juga menetapkan status darurat cuaca. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengungkapkan puluhan ribu warga di wilayah selatan kehilangan listrik.

Pemerintah federal bahkan harus mengeluarkan perintah darurat energi, memberi kewenangan khusus kepada operator listrik Texas untuk mengerahkan pembangkit cadangan demi menekan risiko pemadaman yang lebih luas.

Sektor penerbangan menjadi korban paling nyata. JetBlue mengonfirmasi sekitar 1.000 penerbangan dibatalkan hingga Senin, sementara Delta dan United juga membatalkan banyak penerbangan secara proaktif di wilayah terdampak terparah.

Yang mengkhawatirkan, Dominion Energy memperingatkan badai es kali ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah operasional mereka di Virginia — wilayah yang juga menjadi pusat data terbesar di dunia. Gangguan di area ini bisa berdampak lebih luas, bukan hanya bagi warga lokal, tapi juga pada infrastruktur digital global.

Badai ini menjadi sinyal keras bahwa cuaca ekstrem kini bukan lagi ancaman sesekali, melainkan risiko serius yang bisa melumpuhkan negara maju sekalipun.

Editor: Sukri

Share This Article