BANGKALAN, NOLESKABAR.COM– Aksi warga menanami gubangan di jalan nasional Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, dengan pohon pisang mendadak viral di media sosial.
Langkah tak biasa itu dilakukan setelah lubang jalan tersebut dilaporkan telah menyebabkan enam pengendara terperosok dan terjatuh.
Video dan foto pohon pisang yang berdiri di tengah jalan rusak itu beredar luas di berbagai platform media sosial. Warganet pun ramai-ramai menyoroti kondisi jalan nasional yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Menurut keterangan dalam video tersebut, lubang tersebut sudah lama menganga dan kerap tertutup genangan air saat hujan, sehingga sulit terlihat, terutama pada malam hari. Akibatnya, pengendara khususnya sepeda motor, kerap menjadi korban.
“Sudah enam orang jatuh di situ. Kalau hujan lubangnya tidak kelihatan sama sekali,” ujar seorang warga, Minggu (11/1/2026).
Karena khawatir korban terus bertambah dan belum ada perbaikan dari pihak terkait, warga berinisiatif menanam pohon pisang sebagai penanda bahaya darurat sekaligus bentuk kritik terhadap lambannya penanganan jalan rusak.
Pohon pisang dipilih karena mudah terlihat dari kejauhan dan dinilai lebih efektif dibanding sekadar ranting atau batu yang sering diabaikan pengendara.
Aksi tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian menyebutnya kreatif, sementara lainnya menyayangkan kondisi jalan nasional yang justru harus “dirawat” secara swadaya oleh warga.
Warga berharap viralnya aksi ini dapat mempercepat respons pemerintah dan pihak berwenang untuk segera melakukan perbaikan permanen, mengingat ruas tersebut merupakan jalur nasional dengan lalu lintas padat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jadwal perbaikan jalan nasional di Kecamatan Galis.
