DPR Soroti Program MBG: Pengawasan Ketat Jadi Kunci Cegah Salah Sasaran

2 Min Read
DPR Soroti Program MBG: Pengawasan Ketat Jadi Kunci Cegah Salah Sasaran (Ilustrasi)

JAKARTA, NOLESKABAR.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin (16/2/2026) Rahmawati menyampaikan bahwa pengawasan menjadi faktor utama untuk memastikan program unggulan pemerintah berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi nasional.

Menurutnya, MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis dalam menjawab persoalan gizi buruk yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah di Indonesia.

“Pengawasan dari semua pihak sangat penting agar pelaksanaan di lapangan tepat sasaran. Program ini harus benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rahmawati dalam keterangannya.

Ia menambahkan, jika dijalankan secara optimal, MBG tidak hanya berkontribusi pada perbaikan gizi, tetapi juga mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai modal utama pembangunan nasional.

Selain berdampak pada sektor kesehatan, Rahmawati menilai MBG juga memiliki efek positif terhadap perekonomian lokal melalui pelibatan pelaku usaha daerah, penyedia bahan pangan, serta tenaga kerja setempat.

“Program ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika melibatkan UMKM, petani, dan distributor lokal secara aktif,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan juga membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, yayasan, dan mitra penyedia layanan makanan.

Rahmawati juga menyoroti adanya kasus dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan MBG di sejumlah daerah. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki sistem distribusi dan standar keamanan pangan.

“Insiden seperti ini tidak boleh terulang. Kita harus memperkuat pengawasan, kualitas bahan makanan, dan proses distribusi agar penerima manfaat benar-benar terlindungi,” tegasnya.

Ia menutup dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas program secara berkelanjutan. “Dengan kerja sama yang solid, MBG dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkas Rahmawati.

Share This Article